Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Ahmad Luthfi: Heritage Jawa Tengah Harus Tetap Lestari

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:12 WIB
Presiden Prabowo melakukan revitalisasi Stasiun Tawang Semarang kemarin.
Presiden Prabowo melakukan revitalisasi Stasiun Tawang Semarang kemarin.

SEMARANG – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026).

Revitalisasi tersebut menjadi langkah pelestarian bangunan bersejarah sekaligus upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jawa Tengah.

Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene sebagai simbol dimulainya pemanfaatan kembali stasiun yang telah direvitalisasi.

Ahmad Luthfi mengatakan, Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai penting bukan hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas Jawa Tengah.

"Stasiun Tawang ini adalah heritage, di samping tempat transportasi kereta api. Karena itu harus kita jaga dan lestarikan," ujar Luthfi.

Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar mempercantik bangunan, melainkan memastikan ikon bersejarah tersebut tetap terawat, modern, dan lebih tangguh menghadapi ancaman banjir rob yang selama ini menjadi tantangan kawasan sekitar.

Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan revitalisasi stasiun bersejarah merupakan bagian dari transformasi nasional yang tetap mengedepankan pelestarian sejarah bangsa.

"Ini juga bagian dari wisata sejarah, tapi yang paling penting, ini bagian kita sebagai sebuah bangsa untuk semua bidang kita lakukan transformasi. Indonesia harus indah, Indonesia harus asri," kata Prabowo.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada PT KAI yang dinilai berhasil menyelesaikan revitalisasi tanpa menghilangkan karakter asli bangunan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur modern harus berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya.

Revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang dilaksanakan selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Pekerjaan meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, aula utama, selasar, hingga peningkatan sistem drainase guna mengurangi risiko genangan dan banjir rob.

Selain itu, fasad bangunan dikembalikan mendekati desain aslinya melalui proses konservasi yang melibatkan tim ahli cagar budaya. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses pemugaran tetap memenuhi kaidah pelestarian bangunan bersejarah.

Stasiun Semarang Tawang sendiri merupakan salah satu ikon perkeretaapian Indonesia.

Bangunan yang didirikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914 itu merupakan karya arsitek Belanda Sloth-Blauwboer serta kini berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Dengan revitalisasi tersebut, Stasiun Semarang Tawang diharapkan semakin nyaman bagi pengguna jasa kereta api sekaligus memperkuat daya tarik wisata sejarah di Kota Semarang.

Usai peresmian, Gubernur Ahmad Luthfi kembali mendampingi Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang menggunakan KA Nusantara Explorer. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
Stasiun Semarang Tawang revitalisasi Stasiun Tawang Ahmad Luthfi semarang Prabowo Subianto