Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

GAWATTT! 252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Pangsit Isi Tahu Disebut Berasa Masam

Abdul Rochim • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:43 WIB
Makanan Bergizi Gratis menu pangsit diduga sebabkan ratusan siswa di Jaktim keracunan. (istimewa)
Makanan Bergizi Gratis menu pangsit diduga sebabkan ratusan siswa di Jaktim keracunan. (istimewa)

JAKARTA - Sebanyak 252 siswa di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari menu pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa masam.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur langsung melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Pulogebang.

Baca Juga: Podcast Denny Sumargo Bongkar Kasus Pencabulan Kiai Ashari Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Modus Terapi Batin dan Ancaman Putus Sanad

“Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuk pembinaan dan pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanannya dan penerbitan SLHS,” ujar Ani, Sabtu (9/5/2026).

Dari total laporan yang diterima, sebanyak 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan.

Sementara itu, 26 siswa masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit hingga Sabtu.

“Yang mengakses faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga hari ini ada 26,” katanya.

Meski demikian, kondisi para siswa disebut bervariasi dan sebagian besar hanya mengalami gejala ringan. Dugaan sementara penyebab keracunan mengarah pada menu pangsit isi tahu.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” jelas Ani.

Adapun siswa yang masih dirawat tersebar di beberapa rumah sakit, di antaranya RS Citra Harapan sebanyak 12 pasien, RS Ananda tiga pasien, RSI Pondok Kopi dua pasien, RS Resti Mulya dua pasien, RS Firdaus empat pasien, RSI Sukapura dua pasien, serta RS Pekerja satu pasien.

Ani menegaskan seluruh pasien dirawat di ruang rawat inap biasa dan tidak ada laporan kondisi kritis.

Di sisi lain, Ani menjelaskan SPPG Pulogebang mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026.

Berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional, pengelola memiliki waktu tiga bulan untuk melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Saat ini SPPG masih dalam proses perbaikan dan pelatihan bagi penjamah makanan,” pungkasnya. (*/him)


Editor : Abdul Rochim
#MBG Jakarta Timur #keracunan makanan siswa #pangsit isi tahu #Dinkes DKI Jakarta #Pulogebang