Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026

Abdul Rochim • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:53 WIB
Ilustrasi sdang isbat. (JawaPos.com)
Ilustrasi sdang isbat. (JawaPos.com)

JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 29 Zulkaidah 1447 H atau bertepatan dengan 17 Mei 2026.

Sidang tersebut juga akan menentukan jadwal resmi Hari Raya Iduladha 1447 H di Indonesia.

Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Baca Juga: Panduan Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 untuk Operator dan Guru Madrasah

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, ahli falak, hingga astronom.

“Sidang isbat menjadi ruang bersama untuk menentukan awal bulan Hijriah melalui pendekatan ilmiah dan pengamatan langsung,” ujar Abu Rokhmad saat memimpin rapat persiapan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, penentuan awal Zulhijah dilakukan dengan menggabungkan metode hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat melalui pengamatan hilal secara langsung. 

Kedua metode tersebut dinilai saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang akurat dan komprehensif.

Data hisab digunakan untuk memprediksi posisi hilal, sedangkan rukyat menjadi tahap verifikasi lapangan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan paparan astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Seminar tersebut terbuka untuk publik sebagai bentuk transparansi informasi.

Setelah seminar, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai wilayah Indonesia sebelum Menteri Agama memimpin sidang penetapan resmi awal Zulhijah.

Berdasarkan data awal, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H disebut telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dengan elongasi lebih dari 6,4 derajat sehingga secara teori memenuhi syarat imkan rukyat.

Meski demikian, Kemenag menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi dasar resmi penetapan awal Zulhijah.

Hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan melalui konferensi pers dan menjadi pedoman resmi pelaksanaan Hari Raya Iduladha bagi umat Islam di Indonesia. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#sidang isbat 2026 #Iduladha 1447 H #awal Zulhijah #penetapan hilal #kemenag ri