Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

WHO Laporkan Klaster Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tiga Orang Meninggal

Abdul Rochim • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:25 WIB
Kapal Pesiar. (ilustrasi Magnific)
Kapal Pesiar. (ilustrasi Magnific)

RADAR PATI - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan adanya klaster kasus hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius.

Hingga saat ini tercatat delapan kasus, termasuk tiga kematian. Dari jumlah tersebut, lima kasus telah dikonfirmasi positif hantavirus.

Virus yang teridentifikasi adalah Andes virus, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular secara terbatas antarmanusia, terutama melalui kontak dekat dan berlangsung lama.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Negatif, Total 23 Kasus Positif Tercatat sejak 2024

Dalam keterangannya, Tedros menyebut insiden ini tergolong serius, namun WHO menilai risiko kesehatan masyarakat secara global masih rendah. 

Meski demikian, ia mengingatkan kemungkinan munculnya kasus tambahan masih ada karena masa inkubasi virus belum sepenuhnya berakhir.

WHO kini berkoordinasi dengan sejumlah negara berdasarkan mekanisme International Health Regulations (IHR), yaitu aturan internasional yang mengatur kerja sama penanganan kedaruratan kesehatan lintas negara.

Menurut WHO, kasus ini menunjukkan pentingnya solidaritas dan kolaborasi global dalam menghadapi ancaman kesehatan yang tidak mengenal batas wilayah.

Tedros menegaskan fokus utama WHO saat ini adalah memastikan pasien yang terinfeksi mendapatkan perawatan, menjaga keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal, serta mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Sejak menerima laporan pada Sabtu, 2 Mei 2026, WHO telah mengambil sejumlah langkah penanganan.

Salah satunya dengan mengirim seorang ahli ke atas kapal untuk membantu pemeriksaan medis menyeluruh terhadap penumpang dan kru sekaligus mengumpulkan data guna menilai tingkat risiko penularan.

WHO juga mengatur pengiriman 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara guna memperkuat kapasitas pengujian.

Selain itu, WHO tengah menyusun panduan operasional rinci untuk proses penurunan penumpang dan kru secara aman serta bermartabat saat kapal tiba di tujuan. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#hantavirus Indonesia #kapal pesiar MV Hondius #tikus #who