Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Negatif, Total 23 Kasus Positif Tercatat sejak 2024

Abdul Rochim • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:14 WIB
Hantavirus. (ilustrasi Kemenkes)
Hantavirus. (ilustrasi Kemenkes)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan memastikan dua kasus suspek hantavirus yang ditemukan di Jakarta dan Yogyakarta dinyatakan negatif. 

Kedua pasien tersebut juga telah sembuh setelah menjalani pemeriksaan medis.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan dua pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga: NGERI! 5.991 Warga Kudus Dinyatakan Suspek Penyakit TBC

“Dua kasus suspek di Jakarta dan Yogyakarta hasilnya negatif dan sudah dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Perhatian publik terhadap hantavirus meningkat setelah wabah virus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina dan dilaporkan menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah Indonesia telah bersiap mengantisipasi kemungkinan penyebaran hantavirus varian Andes yang saat ini disebut masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut.

Menurut Budi, Indonesia telah memiliki sistem skrining untuk mendeteksi hantavirus, baik melalui rapid test maupun pemeriksaan PCR menggunakan reagen khusus.

Baca Juga: Rembang Nihil Kasus Campak, RSUD dr Soetrasno Tekankan Kebersihan dan Imunisasi Lengkap

“Kami sudah memiliki panduan skrining untuk hantavirus, termasuk rapid test dan pemeriksaan PCR,” katanya.

Sementara itu, epidemiolog Masdalina Pane menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru di Indonesia.

Dalam periode 2024 hingga 2026, tercatat ada 23 kasus hantavirus yang terkonfirmasi positif dengan tiga korban meninggal dunia.

Kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Rinciannya, Jakarta dan Yogyakarta masing-masing mencatat enam kasus positif, Jawa Barat lima kasus, sedangkan Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, NTT, dan Jawa Timur masing-masing satu kasus.

Masdalina menjelaskan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan dapat menular ke manusia.

Meski demikian, tidak semua jenis hantavirus berbahaya bagi manusia.

Baca Juga: Viral, Penyakit Monkeypox Bisa Menular? Benarkah Mpox Mirip Cacar Air? Berikut Penjelasannya

“Jenis hantavirus yang paling virulen saat ini banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, termasuk kasus di Argentina,” jelasnya.

Hantavirus biasanya menular melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup manusia.

Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, sesak napas, hingga gangguan ginjal pada kondisi tertentu.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun area yang terkontaminasi. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#hantavirus Indonesia #Kemenkes hantavirus #virus Andes #kasus hantavirus #MV Hondius