Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KASUS PENCABULAN KIAI AS PATI: Gus Ipul Sebut Pesantren Jangan Jadikan Kedok Kejahatan Seksual

Abdul Rochim • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:19 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (JPcom)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (JPcom)

PATI – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengecam keras dugaan kasus pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Gus Ipul mengaku kecewa dan geram atas dugaan tindakan asusila yang mencoreng lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut.

“Wah kami terus terang tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ada pesantren dijadikan kedok,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: LAPORKAN! Polresta Pati Buka Posko Pengaduan Korban Pencabulan Tersangka Kiai As Ponpes Ndholo Kusumo

Menurutnya, pesantren seharusnya menjadi tempat membentuk karakter dan akhlak para santri, bukan dimanfaatkan untuk tindakan menyimpang.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak bersama-sama memberikan perlindungan kepada para santri, baik korban maupun santri lain yang masih berada di lingkungan pondok pesantren.

“Semua harus kita beri perlindungan, kita perlu juga berikan rehabilitasi dan pemberdayaan,” katanya.

Meski mengecam keras kasus tersebut, Gus Ipul meminta masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh pondok pesantren akibat ulah oknum tertentu.

Ia menegaskan masih banyak pesantren di Indonesia yang menjalankan pendidikan secara baik dan sungguh-sungguh membina para santri.

“Jangan samaratakan, banyak pesantren yang telah mendidik dengan sungguh-sungguh para santrinya,” imbuhnya.

Terkait proses hukum, Gus Ipul berharap aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada pelaku apabila terbukti bersalah.

Menurutnya, hukuman berat diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan keras agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Kami berharap hukuman ini bisa menghadirkan efek jera dan menjadi pesan agar jangan melakukan hal-hal keji seperti ini,” tegasnya.

Ia juga menilai tindakan tersebut memiliki konsekuensi moral yang sangat berat.

“Ini dosanya berlipat-lipat,” tandasnya.

Baca Juga: MODUS TUTUP AIB Tersangka Pencabulan Cabuli 50 Santriwati: Korban Hamil Dipaksa Nikah

Sementara terkait keberlangsungan pondok pesantren tersebut, Gus Ipul menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan serta masa depan para santri.

“Kalau memang harus ditutup maka kita harus carikan solusi santrinya seperti apa,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah melalui Kementerian Sosial telah melakukan asesmen dan pendampingan kepada para korban.

“Kami lakukan pendampingan juga, melakukan komunikasi dan asesmen,” jelasnya.

Gus Ipul menegaskan negara siap membantu proses pemulihan korban, baik secara mental maupun fisik.

“Kalau diperlukan layanan psikososial termasuk layanan residensial, kami siap membantu,” pungkasnya. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#Ponpes Ndholo Kusumo #pencabulan santriwati Pati #Menteri Sosial RI #kasus TPKS pesantren #gus ipul