GROBOGAN – Setelah sebelumnya terlibat kecelakaan hebat dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, KA Argo Bromo Anggrek kembali mengalami insiden, kali ini di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.52 WIB saat sebuah mobil Avanza putih yang membawa rombongan pengantar jemaah haji tertemper kereta relasi Gambir–Surabaya Pasarturi tersebut.
Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek setelah sebelumnya kereta yang sama bertabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026), yang menyebabkan banyak korban luka dan korban jiwa.
Baca Juga: KRONOLOGI KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Tabrakan di Bekasi Timur
Korban meninggal di peristiwa kecelakaan kereta di Bekasi mencapai 16 orang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
Ia menegaskan pentingnya disiplin masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang.
Baca Juga: Antar Jemaah Haji, Mobil Tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan
Menurutnya, masyarakat harus selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan tidak beraktivitas di jalur rel karena hal tersebut sangat berbahaya dan melanggar aturan keselamatan.
Usai kejadian, KA Argo Bromo Anggrek sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna pemeriksaan sarana oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).
Setelah dinyatakan aman, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 02.56 WIB.
PT KAI juga kembali mengingatkan bahwa sesuai Pasal 181 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api maupun melintas secara sembarangan.
Sementara itu, tenaga kesehatan Puskesmas Pulokulon 1, Setyo Budi, menjelaskan bahwa total terdapat sembilan korban dalam kejadian tersebut dan seluruhnya merupakan rombongan pengantar jemaah haji.
Empat korban meninggal dunia masing-masing adalah Dalni (52) dan Muhamad Sakroni (52), keduanya warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong, kemudian Naila Dwi K (11), warga Desa Mlowokarangtalun, serta Shazia Belvania Mutia (2,5), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.
Sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi beragam, mulai dari luka ringan hingga cedera kepala sedang yang memerlukan rujukan ke rumah sakit.
Salah satu korban, Indah Setyowati (26), harus dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi karena mengalami cedera kepala sedang.
Sementara korban lainnya masih menjalani penanganan medis lanjutan.
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang, terlebih setelah tragedi besar di Bekasi yang juga melibatkan KA Argo Bromo Anggrek beberapa hari sebelumnya. (int/him)