JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian Kesehatan untuk segera mengisi kekurangan tenaga kesehatan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Langkah ini dilakukan karena ribuan puskesmas di Indonesia masih mengalami kekurangan dokter umum dan dokter gigi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, dari sekitar 10 ribu puskesmas yang ada di Indonesia, sebanyak 4.000 puskesmas masih kekurangan tenaga medis, terutama di wilayah terpencil.
Kekurangan tenaga kesehatan tersebut banyak ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berada di daerah 3T.
Baca Juga: Jutaan Warga Miskin Belum Tersentuh Bansos, Ini Cara Cek
Pemerintah pun meminta agar pendataan kebutuhan tenaga medis segera dilakukan.
“Kami meminta agar dilakukan pendataan mengenai kebutuhan tenaga kesehatan kita, khususnya di daerah 3T,” ujar Prasetyo Hadi dalam pertemuan Koordinasi Program Strategis Presiden di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (24/4/2026).
Instruksi tersebut disampaikan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memenuhi kebutuhan sekitar 4.000 tenaga kesehatan di wilayah tersebut.
Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan skema baru, salah satunya berupa program insentif bagi tenaga medis, khususnya dokter spesialis.
Dokter spesialis yang bersedia ditempatkan di daerah 3T akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp30 juta per bulan.
Selain fokus pada sektor kesehatan, pemerintah tahun ini juga menargetkan pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih. Program ini otomatis membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk mengelola koperasi di berbagai desa.
Kondisi ini memunculkan peluang besar dibukanya rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) secara besar-besaran di lingkungan Kementerian Kesehatan.
Jika merujuk pada proses rekrutmen tahun 2024, Kemenkes termasuk lima besar kementerian dengan formasi terbanyak.
Saat itu, berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 6 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 293 Tahun 2024, alokasi kebutuhan pegawai mencapai 8.607 formasi yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
Jumlah tersebut berpotensi menjadi acuan dalam penetapan formasi CASN 2026, terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah 3T.
Sementara itu, Kementerian PAN-RB telah resmi menutup laporan kebutuhan formasi dari instansi pemerintah pada 31 Maret 2026 lalu. Informasi resmi terkait formasi dan instansi yang membuka pendaftaran nantinya akan diumumkan melalui situs resmi BKN.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi CPNS 2026, persiapan sejak awal dinilai sangat penting. Calon peserta disarankan mulai mempelajari materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), berlatih soal berbasis CAT, serta memastikan seluruh dokumen administrasi telah lengkap.
Selain itu, kesiapan fisik dan mental juga perlu dijaga karena proses seleksi CPNS biasanya berlangsung panjang dan cukup menguras energi.
Meski jadwal resmi CPNS 2026 belum diumumkan, peluang seleksi masih terbuka lebar pada pertengahan tahun ini. Dengan persaingan yang semakin ketat, persiapan matang menjadi kunci utama untuk lolos menjadi ASN. (*/him)