BLORA – Perajin genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon, mempertanyakan penerapan program gentengisasi.
Ini setelah menemukan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) justru menggunakan atap seng.
Imron, salah satu perajin, menilai kondisi tersebut tidak selaras dengan semangat program yang bertujuan meningkatkan penggunaan genteng lokal.
Baca Juga: Harga Plastik Sembako di Blora Melejit, Kenaikan Bervariasi Mulai Rp 5 hingga 7 Ribu Per Kg
Menurutnya, kebijakan pemerintah seharusnya memberikan contoh nyata dengan menggunakan genteng pada proyek pembangunan, termasuk gedung KDMP.
“Harapannya ya program gentengisasi juga digunakan pada program pemerintah seperti KDMP,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan seng pada proyek pemerintah justru berpotensi mengurangi peluang pasar bagi perajin genteng lokal.
Padahal, program gentengisasi dinilai mampu membantu meningkatkan permintaan genteng.
Baca Juga: Program Gentengisasi Dongkrak Penjualan, Perajin Genteng Blora Kebanjiran Pesanan
Di samping itu pula, menjaga keberlangsungan usaha para perajin.
Perajin berharap kebijakan penggunaan genteng dapat diterapkan lebih luas.
Hal ini agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil di daerah. (tos)
Editor : Abdul Rochim