Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Stok Pangan Aman hingga Sebulan, Dispertan Kudus Minta Warga Tak Panic Buying

Abdul Rochim • Selasa, 10 Maret 2026 | 19:34 WIB

KEBUTUHAN POKOK: Warga membeli cabai saat pelaksanaan gerakan pangan murah di kantor Dispertan Kudus pada Jumat (6/3) lalu.  (GALIH ERLAMBANG W/RADAR PATI)
KEBUTUHAN POKOK: Warga membeli cabai saat pelaksanaan gerakan pangan murah di kantor Dispertan Kudus pada Jumat (6/3) lalu. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR PATI)

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memastikan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan hingga Lebaran masih dalam kondisi aman.

Stok kebutuhan pokok diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu bulan ke depan, meski harga beberapa komoditas masih mengalami fluktuasi.

Kepala Dispertan Kudus Didik Tri Prasetya mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan stok bahan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dari hasil pemantauan, berbagai komoditas utama masih tersedia dalam jumlah mencukupi.

Berdasarkan data Februari lalu, ketersediaan beras mencapai 29.529 ton, bawang putih 209 ton, telur 4.573 ton, bawang merah 258 ton, serta minyak goreng kemasan sederhana 788 ton.

Selain itu terdapat cabai besar 223 ton, cabai rawit merah 157 ton, daging sapi 183 ton, daging ayam 857 ton, kedelai 742 ton, dan jagung 1.947 ton.

Menurut Didik, jumlah tersebut tidak hanya cukup tetapi juga melebihi kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia mengimbau warga tidak melakukan panic buying.

“Kami meminta masyarakat tidak panik atau khawatir. Untuk kebutuhan satu bulan ke depan stok pangan di Kudus masih mencukupi,” ujarnya.

Dispertan juga terus memantau kondisi pasokan di pasar karena ketersediaan bahan pangan bersifat dinamis.

Selain itu, pemerintah daerah menjalin komunikasi dengan para petani agar kebutuhan masyarakat lokal diprioritaskan sebelum hasil panen dijual ke luar daerah.

Upaya lain yang dilakukan adalah menggelar gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Program ini melibatkan Perum Bulog melalui penyaluran beras SPHP serta gabungan kelompok tani (gapoktan). (gal/lin)

 

Editor : Abdul Rochim
#dispertan kudus #sembako #panic buying #stok pangan #lebaran