GROBOGAN – Dua proyek dari paket pekerjaan gagal dilaksanakan pada tahun 2025. Paket tersebut berasal dari Bantuan Provinsi (Banprov) APBD Perubahan Tahun 2025.
Peket yang tidak dapat dilaksanakan tahun 2025 adalah Penguatan Tebing Sungai Jajar Lama Kecamatan Godong senilai Rp 4 miliar.
Lalu rehabilitasi jalan Ngaringan – Dumpil Kecamatan Ngaringan.
”Dua paket ini tidak bisa dikerjakan karena waktunya mepet sehingga gagal tender,” kata Asisten Dua Setda Grobogan Heru Dwi Cahyono.
Dikatakan, dua peket gagal karena masuk APBD perubahan tahun 2025 dari Banprov.
Hal itu, karena waktu mepet sehingga tidak ada rekanan yang mendaftar.
Ini sebagai pesan untuk tender 2026 bisa dilakukan secara dini agar waktu pengerjaan lebih panjang.
"Maka untuk itu sebagai contoh percepatan tender dan non tender segera kirim ke pengadaan dan jasa,” terang dia.
Seementara itu, selama tahun 2025 Pemkab Grobogan telah membangun kantor Kecamatan Kradenan dan Kecamatan Ngaringan.
Masing-masing nilai kontraknya senilai Rp 4,7 miliar.
Kemudian kantor Bappeda tiga denga kontrak Rp 6,5 miliar, Kantor inspektorat nilai kontrak Rp 5,1 miliar dan Kantor dinas sosial nilai kontrak Rp 4,9 miliar.
Semua pembangunan telah selesai 100 persen.
Selanjutnya ada pembangunan sarana prasarana kesehatan pembangunan layanan jantung tahap dua di RSUD R Soedjati Purwodadi Rp 6,3 miliar.
Puskesmas Penawangan 1 dengan nilai 7,1 miliar dan Jalan Gubug – Tegowanu dari Banprov Jateng Tahun 2025 dengan kontrak 4,9 miliar. Ditargetkan akhir tahun selesai 100 persen.
”Progres rehabilitasi jembatan Kedungwungu Pulokulon nilai kontrak Rp 3,2 miliar. Progres fisik pembangunan capai 97 persen. Jembatan ini pada Natal dan tahun baru sudah selesai dan bisa dilewati,” tandasnya.
Kemudian Tawang Harjo- Sedah dengan kontrak Rp 2,8 miliar sudah terealisasi 99,6 persen dan drainase Jalan Dr Soetomo Kalongan dengan nilai kontrak Rp 3,8 miliar dari Banprov Jateng telah terealisasi 98,2 persen realisasi.
”Ini menjadi perhatian pembangunan sarana prasarana revitaiasi fisik SMPN 1 Pulokulon dari anggaran Rp 1,9 miliar baru terealisasi fisik 48 persen dari target 15 Desember 2025 selesai.
Saya minta dinas pendidikan untuk evaluasi untuk progress pembangunanya,” pintanya. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim