BOGOR – Bupati Blora Arief Rohman melakukan kunjungan ziarah ke makam tokoh pers nasional, RM Djokomono Tirto Adhi Soerjo, di Bogor.
Sosok yang dikenal sebagai Bapak Pers Nasional tersebut merupakan putra asli Kabupaten Blora.
Makam Tirto Adhi Soerjo berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blender, Bogor.
Dalam ziarah tersebut, Arief Rohman hadir bersama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora Mustopa, serta sejumlah jurnalis asal Blora.
Rombongan juga didampingi perwakilan keluarga Tirto, Okky, yang merupakan cicit dari almarhum.
Bupati Arief menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi momen istimewa baginya.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh pers, kunjungan ini juga menjadi ajang kebersamaan dengan insan media.
“Sejak lama saya ingin berziarah ke makam Tirto Adhi Soerjo. Alhamdulillah, hari ini bisa terlaksana bersama teman-teman wartawan dan disambut langsung oleh keluarga beliau,” ungkap Arief.
Prosesi ziarah diawali dengan doa dan tahlil bersama di hadapan pusara makam, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.
Perwakilan keluarga Tirto, Okky, mengaku tersentuh atas kehadiran rombongan dari Blora yang datang khusus ke Bogor untuk berziarah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan seluruh rombongan.
“Terima kasih atas perhatian dan penghormatan yang luar biasa. Pak Bupati juga satu latar belakang dengan saya sebagai sesama Nahdliyin. Saya sengaja datang dari Jakarta untuk menyambut rombongan Blora,” tuturnya.
Okky juga mengisahkan bahwa makam Tirto Adhi Soerjo awalnya berada di kawasan Mangga Dua, Jakarta.
Namun pada 1973, makam tersebut dipindahkan ke Bogor akibat pembangunan di lokasi lama.
“Sejak saat itu, beliau dimakamkan kembali di TPU Blender,” jelasnya.
Menurut Okky, makam Tirto kerap diziarahi berbagai kalangan, termasuk sastrawan Pramoedya Ananta Toer serta para peneliti sejarah.
Ia juga mengulas peran besar Tirto tidak hanya di dunia pers melalui surat kabar Medan Prijaji, tetapi juga dalam pergerakan organisasi.
“Tirto Adhi Soerjo turut mendirikan Serikat Dagang Islamiyah. Ia juga pernah memiliki Hotel Medan Prijaji yang dulu berfungsi sebagai tempat singgah calon jamaah haji sebelum berangkat melalui Sunda Kelapa,” paparnya.
Ia menambahkan, Bogor dipilih sebagai lokasi pemakaman karena memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan organisasi yang dirintis Tirto.
“Cikal bakal Serikat Dagang Islamiyah justru lebih dulu berdiri di Bogor, tepatnya di kawasan Tanjakan Empang, sebelum kemudian berkembang di Solo. Semua itu tercatat dalam arsip sejarah,” pungkasnya. (tos/him)
Editor : Abdul Rochim