LUMAJANG – Akses menuju Jembatan Gladak Perak kembali ditutup total setelah Gunung Semeru memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (19/11/2025).
Luncuran awan panas yang terjadi sekitar pukul 14.13 WIB ini melaju hingga 8,5 kilometer mengarah ke wilayah utara, melintas tepat di jalur bawah jembatan ikonik tersebut.
Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 16.00 WIB, status aktivitas Semeru turut dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) karena intensitas erupsi yang meningkat dan masih berlangsung.
Awan Panas Tembus Jembatan, Akses Ditutup
Jembatan Gladak Perak yang berlokasi di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, merupakan akses vital penghubung Lumajang–Malang.
Dalam video yang beredar, awan panas terlihat berwarna hitam pekat, meluncur dari sisi tebing dan menembus area bawah jembatan, mengakibatkan BPBD Jawa Timur langsung menutup akses kendaraan demi keselamatan warga.
“Akses di Jembatan Gladak Perak saat ini ditutup,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto.
Hingga kini belum dipastikan hingga kapan jembatan akan kembali dibuka karena luncuran awan panas masih terpantau terjadi dengan amplitudo 40 mm di seismograf.
Pernah Hancur pada 2021
Sebagai informasi, Jembatan Gladak Perak bukan kali pertama terdampak aktivitas Semeru.
Pada 4 Desember 2021, jembatan ini hancur total akibat diterjang lahar dingin dari erupsi besar Semeru.
Hingga kini, area tersebut menjadi kawasan rawan aliran lahar dan awan panas.
Evakuasi Lansia & Patroli BPBD
Gatot menegaskan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian kali ini.
Namun, sejumlah warga rentan seperti lansia telah dievakuasi ke lokasi aman oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang.
“TRC BPBD Kabupaten Lumajang melakukan patroli dan membantu mengevakuasi lansia ke tempat yang lebih aman,” imbuhnya.
Sementara itu, petugas dari BPBD Jatim, BPBD Lumajang, TNI, dan Polri terus bersiaga di lapangan untuk memantau kondisi erupsi serta memastikan masyarakat tidak mendekati aliran sungai maupun zona berbahaya.
Imbauan Resmi
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi terkini dari PVMBG, BPBD, dan pihak keamanan, serta menghindari aktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan dan area sekitar lereng Semeru mengingat potensi luncuran awan panas masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(*)
Editor : Alfian Dani