LUMAJANG – Gunung Semeru kembali erupsi, menandai aktivitas vulkanik yang terus meningkat pada gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Hari ini, Semeru memuntahkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer, bergerak deras dari kawah menuju wilayah Besuk Kobokan.
Kolom abu vulkanik terpantau berwarna kelabu pekat, membumbung tinggi dengan intensitas sangat tebal dan condong terbawa angin ke arah barat laut hingga utara.
Kondisi tersebut membuat kawasan di sekitar lereng gunung berada dalam pengawasan ketat petugas.
Pusat Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat erupsi ini dengan jelas melalui alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Rekaman menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 40 mm dengan durasi aktivitas 16 menit 40 detik, menandakan energi erupsi cukup kuat.
Awan panas dari Semeru dikenal sangat berbahaya karena membawa material vulkanik bersuhu tinggi yang meluncur dengan kecepatan tinggi.
Warga yang tinggal di sekitar aliran Besuk Kobokan diminta tetap waspada, mengingat wilayah tersebut merupakan jalur luncuran utama awan panas guguran Semeru.
Hingga berita ini diturunkan, petugas terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru.
Masyarakat diimbau mengikuti instruksi resmi dari BPBD, PVMBG, dan pemerintah daerah untuk menghindari potensi risiko, terutama saat hujan yang dapat memicu banjir lahar dingin di aliran sungai sekitar gunung.(*)
Editor : Alfian Dani