JAKARTA – Saham PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT), bagian dari Grup Lippo, kembali mencetak sejarah di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada perdagangan Rabu (17/9/2025) hingga pukul 09.30 WIB, harga saham MLPT melesat 19,99% atau 21.825 poin ke posisi Rp131.025 per saham.
Angka ini menjadi rekor tertinggi sejak resmi melantai di BEI pada 8 Juli 2013.
Sejak awal 2025, saham MLPT sudah melambung 608,24% dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada di Rp18.500 per saham.
Reli harga dimulai pada awal Agustus, terutama setelah saham menembus level Rp51.600 pada 11 Agustus 2025, dan terus bergerak naik.
Lonjakan signifikan membuat BEI dua kali melakukan suspensi perdagangan, yakni pada 14–15 Agustus 2025 dan 27 Agustus–2 September 2025.
Setelah itu, MLPT sempat masuk pemantauan khusus dengan skema perdagangan full call auction (FCA), sebelum akhirnya lolos pada 12 September 2025.
Wakil Direktur Utama MLPT, Wahyudi Chandra, menegaskan kenaikan saham murni dipengaruhi mekanisme pasar.
“Aktivitas di luar kebiasaan ini lebih karena faktor pasar. Tidak ada informasi material yang belum disampaikan manajemen,” ujarnya.
Ia menekankan, perseroan tetap fokus pada operasional agar kinerja terjaga.
Dari sisi fundamental, MLPT membukukan pendapatan Rp1,68 triliun pada semester I/2025, naik dari Rp1,63 triliun pada periode sama 2024.
Pendapatan terbesar berasal dari jasa teknologi senilai Rp732,82 miliar, disusul perangkat keras Rp532,19 miliar, IT outsourcing Rp308,66 miliar, perangkat lunak Rp85,38 miliar, serta segmen lainnya Rp29,95 miliar.
Meski pendapatan meningkat, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat Rp104,54 miliar, turun 56,38% secara tahunan dari Rp239,66 miliar.
(Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.)
Editor : Alfian Dani