Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bursa Calon Kapolri Memanas: Siapa yang Bisa Gantikan Listyo Sigit? Pendahuluan

Alfian Dani • Selasa, 16 September 2025 | 05:38 WIB

 

Photo
Photo


JAKARTA - Sejumlah nama perwira tinggi Polri mulai santer dikaitkan dalam isu penggantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Masyarakat, media, dan pengamat keamanan mengamati dengan seksama siapa yang akan diberi restu Presiden.

Dalam atmosfer politik yang penuh dinamika ini, beberapa faktor seperti loyalitas, rekam jejak, integritas, serta kemampuan menjaga netralitas Polri jelang Pemilu 2029 menjadi sorotan utama.

Kandidat Kuat yang Mencuat

Berikut ini beberapa nama yang paling sering disebut sebagai calon kuat Kapolri:

1. Komjen Dedi Prasetyo

2. Komjen Suyudi Ario Seto

3. Komjen Marthinus Hukom

4. Komjen Wahyu Widada

5. Komjen Karyoto

Baca Juga: Masyarakat Pati Bersatu Datangi Pansus Pemakzulan: Ingatkan DPRD Jangan Main Politik, Harus Profesional!

Faktor-Faktor Penentu Pemilihan

Beberapa aspek yang diperkirakan akan sangat menentukan siapa yang akan diangkat sebagai Kapolri baru:

1. Loyalitas & Kepercayaan dari Presiden
Calon harus memiliki integritas tinggi, tidak tercemar masalah hukum atau kontroversi, dan dipercaya mampu menjalankan tugas nasional.

2. Rekam Jejak dan Pengalaman Operasional
Kecepatan dan kepakaran dalam menangani kasus besar seperti narkoba, terorisme, pelanggaran HAM, dan keamanan dalam negeri lainnya akan sangat dinilai.

3. Netralitas Polri di Pemilu & Politik Praktis
Dengan Pemilu 2029 mendekat, publik menuntut Kapolri baru yang mampu menjaga Polri tetap independen dan netral, tidak berpihak pada satu kelompok politik.

4. Kebijakan Reformasi Internal
Penegakan profesionalisme, transparansi, dan perbaikan internal institusi Polri (termasuk budaya, integritas, layanan publik) diharapkan muncul dari Capolri baru.

5. Kemampuan Manajerial & Kepemimpinan
Memimpin institusi besar, dengan banyak isu kompleks dan tekanan publik, butuh kemampuan manajemen, pengambilan keputusan krisis, dan komunikasi publik yang baik.

Baca Juga: Dari Bali ke Kudus: Bocah 12 Tahun Rela Kuras Tabungan Demi Tembus Audisi PB Djarum

Risiko & Kontroversi yang Mungkin Muncul

Tudingan politik: Ada kekhawatiran pemilihan Kapolri bisa dipengaruhi oleh partai atau elite politik, bukan semata kepentingan profesionalisme.

Friksi internal: Persaingan antar perwira tinggi bisa memicu ketegangan jika calon merasa tidak dimintai pendapat atau terlupakan.

Ekspektasi publik sangat tinggi: Kesalahan kecil bisa menjadi isu besar di media sosial dan publik.

Deadlock atau dilema: Jika Presiden memilih sosok yang lebih “aman” (minim kontroversi) daripada sosok yang dianggap paling kuat operasional karena risiko reputasi.

 

Editor : Alfian Dani
#Komjen Marthinus Hukom #Komjen Dedi Prasetyo #komjen wahyu widada #Polri Baru #Komjen Suyudi Ario Seto #POLRI #jendral polri #Karyoto