BANTEN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berdialog langsung dengan seorang warga yang mengamuk saat antre membeli gas 3 kilogram di Karawaci, Tangerang, Banten Selasa (4/2/2025).
Insiden ini terjadi ketika Bahlil sedang memantau Pangkalan LPG Budi Setiawan, Agen PT Agung Palito di Tangerang.
Seorang warga bernama Effendi (57) tiba-tiba meluapkan emosinya dengan berteriak kepada Menteri ESDM.
"Pakai logika!" teriaknya dengan penuh amarah. Pria tersebut mengaku terpaksa meninggalkan dapurnya saat sedang memasak demi mendapatkan gas LPG 3 kg yang semakin sulit didapat.
"Bukan masalah antre gasnya, anak kami lapar, butuh makan, butuh kehidupan, logika berjalan dong pak!" protes Effendi dengan wajah penuh kegeraman.
Menanggapi hal tersebut, Bahlil berusaha menenangkan situasi.
"Sudah, sudah pak ya, kita mengurus banyak orang dan bapak juga," ucapnya dengan tenang.
Namun, Effendi tetap bersikeras dan menyatakan bahwa mereka sama-sama berasal dari Indonesia timur.
"Kita sama-sama orang timur," serunya. Bahlil pun tersenyum dan kembali melanjutkan agenda dengan wartawan.
Bahlil Akui Kekurangan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Bahlil juga menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya antrean panjang pembelian LPG tabung isi 3 kg di wilayah Tangerang Selatan, yang bahkan menyebabkan korban jiwa.
“Kami pemerintah pertama memohon maaf kalau ini terjadi, karena ini semata-mata kami lakukan untuk penataan,” ujar Bahlil setelah melakukan inspeksi mendadak di salah satu pangkalan LPG 3 kg di Palmerah, Jakarta.
Oleh karena itu, kebijakan ini diharapkan dapat membantu menormalkan kembali jalur distribusi gas bersubsidi.
Saat ini, sebanyak 370 ribu pengecer sudah terdata sebagai sub-pangkalan LPG 3 kg.
Bagi pengecer yang belum terdaftar, Kementerian ESDM bersama Pertamina akan secara aktif membimbing mereka dalam proses pendaftaran serta menyediakan sistem aplikasi yang dibutuhkan.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap distribusi LPG 3 kg dapat kembali berjalan lancar dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh kebutuhan gas bersubsidi tersebut. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab