Rohidin terlihat mengenakan topi putih saat diperiksa di Mapolresta Bengkulu. Pemeriksaan tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Bengkulu, Kombespol Deddy Nata.
"Ya benar, petahana Rohidin Mersyah ikut menjalani pemeriksaan KPK," ungkap Deddy, Minggu (24/11).
Namun, Deddy mengaku tidak mengetahui secara rinci kasus yang menjadi alasan pemeriksaan terhadap Rohidin.
"Pak Rohidin sudah masuk dan sedang diperiksa. Kami tidak tahu terkait apa, karena kami hanya melakukan pengamanan kegiatan," tambahnya.
1. Pejabat Lain Turut Diperiksa
Dari informasi yang dihimpun, setidaknya ada tujuh pejabat yang diperiksa oleh KPK sejak Sabtu pagi hingga malam hari.
Selain itu, KPK dilaporkan menemukan sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi.
2. Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan
Setelah menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Bengkulu, Rohidin dibawa ke Bandara Fatmawati Bengkulu pada Minggu siang.
Ia akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
3. Simpatisan Pertanyakan Waktu Pemeriksaan
Kabar penangkapan Rohidin memicu reaksi dari simpatisannya. Sejumlah massa mendatangi Mapolresta Bengkulu untuk mempertanyakan alasan dan waktu pemeriksaan yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum masa tenang Pilkada.
Massa yang berkumpul di depan Mapolresta meminta agar Rohidin diperbolehkan keluar untuk menemui mereka.
Namun, akibat banyaknya simpatisan yang memadati lokasi, Rohidin akhirnya keluar dengan mengenakan rompi polisi lalu lintas dan dikawal ketat menggunakan mobil Inafis.
4. KPK Akan Rilis Kasus Secara Terbuka
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, mengatakan bahwa tim masih menghitung jumlah uang yang disita dalam operasi tersebut.
"Benar, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu," jelas Tessa.
Ia menambahkan, KPK akan segera merilis kasus ini secara terbuka kepada publik. "Para pelaku yang tertangkap OTT akan dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.
Kami memastikan semua akan dijelaskan agar terang benderang," katanya.
Saat ini, masyarakat Bengkulu masih menanti kepastian terkait sumber dan tujuan uang yang disita oleh KPK dalam operasi tersebut.
Penangkapan Rohidin menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah, terutama menjelang Pilkada.