BLORA, RADARPATI.ID - Dinas Pangan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DP4) Kabupaten Blora melakukan inspeksi mendadak di Pasar Sidomakmur baru-baru ini.
Hasilnya, ada satu jenis bahan makanan berupa cumi kering yang mengandung zat berbahaya formalin.
Kepala Bidang Pangan DP 4 Blora Nugraheni Wahyu Utami mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya melakukan pengambilan sampel terhadap 25 jenis makanan.
Meliputi ayam, ikan, udang, kerang, teri, cumi, tahu, bakso dan ikan asin.
“Dari total sampel makanan yang diambil, ada satu jenis makanan berupa cumi kering yang mengandung zat berbahaya formalin. Untuk parameter uji kandungan cumi kering itu sebanyak 2 mg/liter,” ucapnya.
Ia menambahkan, untuk setelah hasil pengujian keluar, pedagang diberikan info hasil pegujian yang dilakukan.
Pihaknya juga melakukan pembinaan dan meminta untuk tidak memperjualbelikan kepada pembeli untuk bahan cumi kering.
“Untuk sumber kiriman dari komoditas cumi kering itu dari Kabupaten Rembang. Untuk contoh jenis makanan lainnya itu aman dan tidak terdapat bahan berbahaya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kegiatan pemantauan bahan pangan itu dilakukan secara rutin setiap bulan.
Tujuannya agar makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat benar-benar aman dan tidak membawa potensi penyakit.
“Peninjauan ini sering kami lakukan di Pasar Sido Makmur karena barang keluar masuknya makanan terbesar di Blora ada di Pasar Sido Makkur,” tuturnya. (ari)
Editor : Abdul Rochim