JAKARTA, RADARPATI.ID - Keluarga mengungkapkan aktivitas terakhir ekonom senior Faisal Basri sebelum jatuh sakit dan meninggal dunia pada Kamis (5/9) akibat serangan jantung.
Adik Faisal, Ramdan Malik, menceritakan bahwa kakaknya terakhir kali beraktivitas saat diundang sebagai ekonom oleh kelompok petani di Dairi, Sumatera Utara, pada Rabu (28/8).
Ramdan menjelaskan bahwa Faisal sempat menempuh perjalanan selama enam jam dengan mobil. Selama perjalanan, Faisal memilih untuk tidak menggunakan AC dan membuka kaca jendela sepanjang jalan.
"Saya tanya, 'Makan durian?' Karena dia penggemar durian, dia jawab, 'Ada festival durian, Dan, banyak makan duriannya'," ujar Ramdan kepada wartawan di rumah duka.
Setelah kembali, Faisal tiba di rumah pada Sabtu (31/8) dalam kondisi lemas. Namun, Faisal masih enggan untuk berobat ke rumah sakit meskipun sudah merasa tidak enak badan.
Keesokan harinya, kondisi Faisal mulai memburuk. Wajahnya terlihat pucat dan berkeringat. Setelah dibujuk oleh putrinya, Faisal akhirnya setuju untuk berobat ke rumah sakit.
"Kami bawa ke RS Mayapada Kuningan, dokter jantung mendeteksi adanya masalah pada jantung. Mereka berencana melakukan kateterisasi, tetapi kondisinya tidak stabil karena masalah gula dan ginjal," jelas Ramdan.
Akibat kondisi tersebut, Faisal langsung dirawat di ICU pada Senin sore. Menurut Ramdan, kondisi Faisal mulai stabil pada Rabu malam (4/9).
"Hari ini rencananya Faisal akan menjalani kateterisasi pada pukul 07.30 pagi. Saya sudah bersiap-siap, tetapi ternyata subuh tadi beliau sudah tiada," katanya.
"Keluarga sempat menunggu dua jam dalam masa darurat. Dokter sempat melakukan kateterisasi dan memasang satu ring, namun tidak bisa diselamatkan. Begitulah kondisinya secara medis," imbuh Ramdan.
Faisal Basri meninggal dunia pada Kamis dini hari. Direktur Indef, Tauhid Ahmad, menjelaskan bahwa sebelum meninggal, kondisi kesehatan Faisal sempat menurun dan telah dirawat di Rumah Sakit Mayapada Kuningan sejak Senin (2/9).
"Kondisinya drop tiga hari yang lalu, dan langsung dirawat di RS Mayapada. Beliau sakit jantung, dan rencananya akan dipasang ring, tetapi belum sempat dilakukan tindakan," ujar Tauhid kepada RADARPATI.ID di rumah duka pada Kamis (5/9). (ade)
Editor : Alfian Dani