PATI, RADARPATI.ID - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pati telah menginventarisir puluhan manuskrip kuno yang berada di beberapa daerah.
Pustakawan Dinas Arpus Pati, Sugiri menyampaikan dari setidaknya 35 naskah, baru 7 di antaranya yang dialih mediakan.
Secara rincinya di Desa Bermi, Kecamatan Gembong terdapat 27 naskah, di daerah Tayu 1 naskah dan 7 naskah di daerah Jaken.
Pihaknya mengaku sampai saat ini masih terkendala tenaga ahli untuk mengalih bahasakan naskah-naskah kuno yang berumur sekitar 200 tahun tersebut.
"Kami berusaha menggandeng Filolog dari Semarang, supaya naskah yang ada tidak hanya dialih mediakan tapi juga dapat dibaca dengan bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat secara umum," ungkapnya Senin (22/7).
Rata-rata dari naskah yang ada diketahui bertuliskan tangan dengan Arab Pegon maupun Arab Gundul.
"Kalau di sekitar Pantura ini memang kebanyakan banyak yang dijumpai ialah kitab-kitab kuno. Selain itu kami juga melakukan penelusuran ke Museum Radya Pustaka Surakarta, ada naskah Prana Citra yang berhubungan tentang Pati," jelasnya.
Selain proses alih media yang dibutuhkan untuk menyelamatkan isi dari naskah yang ada, pengalih bahasa oleh tenaga ahli dinilai perlu dilakukan. Karena berkaitan erat dengan bukti-bukti sejarah. "Jadi siapa tahu ada hal yang terkait dengan sejarah di Pati, ini akan menjadi referensi tersendiri," ujarnya.
Sampai saat ini Arpus Pati masih bertumpu dengan tenaga-tenaga ahli dari Provinsi.
Sementara itu target pertahun setidak ada lima naskah yang dialih media dan alih bahasakan.
"Sampai saat ini status kepemilikan sahnya masih atas warga. Ada beberapa yang mau dihibahkan untuk Arpus tapi kami belum siap karena belum ada fasilitas untuk menyimpannya secara memadai," tuturnya.
Kendati demikian pihak Arpus turut mensupport perawatan oleh pemilik atau pemegang naskah.
"Adapun pemenuhan pemeliharaannya kami bantu, tapi untuk penyimpanan masih dibebankan atas warga," ucapnya.
Giri berharap bagi masyarakat yang masih mendapati naskah maupun manuskrip kuno agar memberikan informasi kepada Dinas Arpus.
"Yang terpenting ialah alih media terlebih dahulu, supaya naskah-naskah yang hampir lapuk di makan usia ini dapat diamankan," tandasnya.(fik)
Editor : Abdul Rochim