KUDUS, RADARPATI.ID – Pecinta budaya Jepang di Kabupaten Kudus begitu tinggi dalam even Japanes Enthusiasm Kudus (JEK). Acara ini berisi para cosplayer, pecinta anime, penggemar idol Jepang, gamer, dan lain-lain.
JEK ini menjadi momen paling ditunggu-tunggu para Japanese Lovers yang tertarik dengan budaya negari sakura itu. Terbukti, banyak dari peserta mengenakan pakaian ala Jepang.
Seperti, cosplay anime dan karakter game. Adapula peserta dari masyarakat biasa yang penasaran dengan acara tersebut.
Pendiri JEK Ahsanul Amri mengatakan, acara itu menjadi even perdana digelar di Universitas Muria Kudus. Hal ini ditujukan untuk memberikan ruang bagi komunitas dan pecinta budaya Jepang berkumpul.
Sebanak 100 peserta yang hadir dalam even tersebut. Mereka meliputi delapan komunitas budaya Jepang yang ada di Kabupaten Kudus. Diantaranya, Kudus Japanese Comunity, Gapuse, Genkio, Kaiju, dan lain-lain.
Namun ada pula peserta yang datang dari luar kota. Yakni, Pati, Jepara, Rembang, dan Demak.
”Peserta ada yang dari komunitas dan yang kalangan umum. Acara ini gratis,” kata yang kemarin.
Ia menjelaskan, dalam even JEK peserta tidak hanya berkumpul dan bersenang-senang saja. Melainkan diberi pengetahuan menarik seputar budaya Jepang.
Mulai dari materi pembuatan kostum, peserta diajari membuat topeng, tongkat, dan pakaian ala karakter yang diinginkan.
Setelah itu, peserta diberi materi cosplay perform agar peserta bisa mengikuti gaya atau karakter anime. Seperti mimik muka, gestur, dan suara.
”Peserta banyak yang excited. Mereka penasaran dengan pembuatan kostum cosplayer,” ujarnya.
Menurutnya, even JEK ini untuk memberikan semangat kembali untuk komunitas Jepang di Kudus yang sebelumnya lesu.
Selain itu, untuk memperkenalkan pada masyarakat umum tentang keseruan dan hal-hal menarik seputar Jepang.
Ia berharap, kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih meriah dengan serangkaian kegiatan yang lebih asik. Sehingga tidak hanya dinikmati oleh cosplayer saja melainkan untuk kalangan umum.
”Jadi bagi kamu yang ingin bergabung jangan malu. Karena di sini untuk seru-seruan saja,” paparnya. (wat/him/ade)
Editor : Alfian Dani