Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Terduga Pelaku Pembunuhan Tukang Pijat di Grobogan Diduga Lari ke Hutan, Begini Keterangan Polisi

Sirojul Munir • Rabu, 26 Juni 2024 | 02:41 WIB
BERI KETERANGAN: Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
BERI KETERANGAN: Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN, Radar Kudus – Satreskrim Polres Grobogan masih melakukan perburuan kepada dua pelaku pembunuhan Dwi Kristiani, 34 warga Desa Ngembak, Purwodadi, Grobogan.

Diduga dua pelaku pembunuhan itu melarikan diri ke hutan di Kecamatan Toroh Grobogan.

Diberitakan sebelumnya Dwi Kristiani ditemukan tewas di rumah kontrakan Dusun Bantengmati, RT 3/RW 4, Desa Karanganyar, Purwodadi, Grobogan, Sabtu (22/6) petang.

Saat ditemukan tangan dan kaki terikat. Kemudian mulut hingga hidung tertutup lakban.

Dugaan pelaku lari ke hutan berawal dari informasi dari warga masyarakat melihat ada dua orang lari ke hutan daerah Kecamatan Toroh.

Kemudian dari pelaku membuang sepeda motor Honda Beat warna Merah kombinasi putih di pinggir jalan.

Merasa curiga maka warga melaporkan kejanggalan adanya sepeda motor dibuang di pinggir jalan dekat hutan setempat.

Dari informasi diterima warga, sepeda motor dibawa ke Mapolsek Toroh untuk diamankan.

Sedangkan pelaku masih diburu Resmob dan Satreskrim Polres Grobogan.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono mengimbau kepada masyarakat ketika mengetahui ada orang yang sempat disinyalir di lokasi agar segera melapor ke Polres Grobogan atau polisi terdekat.

Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

”Pelaku saat ini masih kami buru dan masih dalam pengejaran,” kata AKP Agung Joko Haryono.

Pengejaran kepada pelaku dengan menyebar seluruh anggota di sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan.

Termasuk di wilayah Kecamatan Toroh. Petugas masih standby dan mengejar pelaku sampai ketangkap.

Sementara itu, dari hasil otopsi Dokkes Polda Jawa Tengah pada tubuh korban ditemukan luka memar dan lecet pada bagian kepala dan wajah.

Kemudian ada pendarahan di kepala dalam dan leher.

”Kesimpulan akibat korban meninggal dunia berasal dari jeratan di leher karena kekurangan oksigen,” ujarnya.

Saat ditemukan di lokasi ada  tali untuk menjerat korban.

Meninggalnya korban karena kehabisan nafas bukan karena senjata tajam dan ditemukan adanya benda tumpul di lokasi kejadian.

”Untuk dugaan motif masih belum kami simpulkan,” terang dia.

Sebelumnya, dua pelaku pembunuhan Dwi Kristiani, identitasnya pelaku sudah dikantongi. Pelaku sementara diduga dua orang.

Dari beberapa informasi kejadian pembunuhan diduga karena pelaku ingin menguasai harta milik korban.

Sebab, korban bekerja sebagai tukang pijat keliling khusus perempuan.

Saat kejadian itu, ada panggilan atas nama perempuan.

Namun, saat datang ke lokasi kontrakan pelaku malah seorang pria.

Di tempat kejadian juga ditemukan seperangkat alat pijat dan bekam.

Pelaku juga ambil sepeda motor Nmax merah, handphone dan dompet korban. (mun/zen)

 

Editor : Abdul Rochim
#polisi #tukang pijat #pembunuhan #grobogan #perempuan #Satreskrim