Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lima Perbuatan Ini yang Wajib Dihindari Bila Tak Ingin Pahala Puasa Gugur

Abdul Rochim • Jumat, 15 Maret 2024 | 22:12 WIB
Photo
Photo

PATI, RADARPATI.ID – Puasa di Bulan Suci Ramadan merupakan ibadah yang sangat efektif untuk mendekatkan diri pada Allah.

Melalui ibadah puasa itu juga kita mendapat ganjaran dan keberkahan.

Ibadah puasa ini sudah diperintah bahkan sebelum umat Nabi Muhammad. Tak lain untuk mencapai derajat taqwa.

Surat Al Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."

Maka dari itu, kita perlu bersungguh-sungguh untuk menjalankan ibadah yang hanya datang satu bulan dalam setahun itu.

Untuk bersungguh-sungguh kita perlu menghindari perbuatan yang merusak pahala puasa.

Karena, bila tak menjauhi perbuatan tercela ini, orang yang menjalankan puasa hanya mendapatkan lapar saja.

Artinya: "Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." (HR. Ibnu Majah no.1690 dan Syaikh Albani berkata, "Hasan Shahih.")

  1. Saksi palsu

Bersaksi palsu diharamkan bukan saja dalam puasa. Namun di luar bulan puasa pun perbuatan ini tetap dilarang.

Hanya saja bila dilakukan saat puasa akan menghancurkan pahala dan keutamaan puasa. Sangat saying, bukan?

”Persaksian palsu itu disamakan dengan perbuatan menyekutukan Allah.”

(HR. Abu Dawud no. 3599, Tirmidzi no. 2300, Ibnu Majah no. 2372)

Baca Juga: Wedang Ronde Minuman Buka Puasa Saat Musim Hujan

Dalam Alquran perbuatan dusta juga diharamkan. “Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta dengan ikhlas kepada Allah.” (QS. Al-Hajj [22]: 30).”

 2. Melihat syahwat

Melihat dengan rasa syahwat bukan hal yang membatalkan puasa. Namun bila tetap dilakukan, dikhawatirkan terjerumus melakukan perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

Seperti menonton film porno atau melihat aurat perempuan yang berlanjut pada onani dan perbuatan lainnya. Ini berujung pada kesengajaan mengeluarkan air mani.

”Seandainya ia memperhatikan dengan seksama (sesuatu) atau memikirkannya kemudian keluar air mani maka puasanya tidak batal sepanjang keluar maninya tidak dari kebiasaannya sebab melihat atau membayangkannya. Jika tidak demikian maka keluarnya mani membatalkan puasa. Dan jika ia merasa mani akan keluar sebab mamandangnya kemudian ia tetap memandang (menikmatinya) sehingga keluar mani maka dapat dipastikan membatalkan puasa,” (Lihat Syekh Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi`in, Beirut-Darul Fikr, tt, halaman 187).

  1. Adu domba

Berbuat adu domba kerap kali kita jumpai dalam kehidupan sosial. Adu domba ini memiliki tujuan tertentu.

Ada yang yang bertujuan menimbulkan ketidakharmonisan hubungan satu dengan orang lainnya. Ada juga yang bertujuan untuk kekuasaan.

Apapun itu merupakan perbuatan yang dilarang Allah swt. Ini sangat dapat menghancurkan pahala puasa.

"Dan janganlah kamu ikuti siapapun yang mengobral sumpah lagi berkarakter rendah, yang suka mencela yang senang mengadudomba (memfitnah)".(Q.S. Al-Qalam, 10-11).

Larangan adu domba ini juga dilarang dalam hadis Nabi. Yakni:

“Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian. Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasut), yang gemar menceraiberaikan orang-orang yang saling mengasihi/bersahabat, dan yang suka mencari kekurangan pada manusia.” (HR.Al-Bukhari).

  1. Bergibah (menggunjing kejelekan orang)

Gibah kerap kali jumpai dalam banyak pergaulan sosial. Perbuatan gibah ini bahkan tanpa sengaja kita lakukan.

Perbuatan ini juga dosa bila dilakukan. Terlebih saat melaksanakan ritual puasa Ramadan yang sacral, akan merusak pahala puasa.

"Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujuraat: 12).

  1. Marah-marah

Perbuatan marah juga tak baik dilakukan oleh orang yang dalam kondisi puasa. Kemarahan itu membakar pahala dan keutamaan puasa.

Orang yang menjalankan puasa namun tetap konsisten  marah-marah dikhawatirkan kehilangan keberkahan Ramadan.

Firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al Hujurat ayat 12, yang melarang umat Islam untuk menggunjing atau berghibah.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

Wallahu a’lam bishawab. Semoga kita bisa menjauhi perbuatan-perbuatan tercel aitu.

Dan merengkuh keberkahan Ramadan dan rida Allah subhanahu wata’ala. Amin. (him)

 

Editor : Abdul Rochim
#pati #saksi #marah #puasa #adu domba #ramadan #gibah