Muhammad Deni Mustofa “Fallden” menghebohkan jagad maya berkat kemampuan menyanyi dua suara. Namanya melambung berkat konten lagu Taman Jurug. Ia pun berseliweran di sejumlah channel hingga televisi nasional.
WISNU AJI, Radar Pati, Rembang
SENYUM pria berambut gondrong ini mengembang. Terlihatlah gigi gingsulnya. Sembari kemas-kemas menutup album foto wedding hasil riasannya.
Foto-foto itu baru diperlihatkan ke tamunya. Klien pengantin perempuan. Foto itu berkonsep prosesi pedang pora.
Beberapa contoh gaun diperlihatkan. Termasuk kebaya yang ditaruh berjajar di patung-patung.
Tempat usahanya ”Fallden Wedding”. Lokasinya di RT 1 RW 3, Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang. Kebayanya warna-warni.
Ada putih, cokelat dan hijau. Di sampingnya setelah jas pengantin pria.
Kebaya dan jas serta peralatan hias ditempatkan di rungangan tengah. Posisinya persis samping ruang tamu.
Di tempat itulah owner habiskan waktu untuk leyeh-leyeh dan menerima job. Pemilik tidak lain Muhammad Deni Mustofa ”Falden”. Falden nama panggungnya.
Beberapa bulan lalu wartawan koran ini sempat kesana. Di rumah baru banyak tamu yang terus mengalir. Kebetulan pria ganteng itu baru pulang ibadah umrah.
Di tengah padatnya tamu dan job, Jawa Pos Radar Kudus berkesempatan silahturami. Saat itu ada tamu client fitting. melayani job rias. Klien memilih-milih konsep.
Hal ini tampak saat membuka-buka album foto wedding. Hingga akhirnya deal kesepakatan tema dan waktu. Iya suasannya benar-benar santai.
Fallden yang ditemui wartawan media ini hanya kenakan celana pendek dan kaos. Begitupun dua teman kerjanya.
Dua teman itulah yang kerap menjadi tempat sharing. Satu orang membantu rias dan satu bikin konten Tik-Tok yang membuat namanya melejit.
Namanya jadi buah bibir. Dia viral gara-gara kemampuanya miliki dua suara, laki-laki dan perempuan.
”Baru free mas. Beberapa hari lalu habis manggung (menyanyi, red) di Kudus. Kalau luang saya rias,” sahut Fallden.
Bakat seni putra dari pasangan Nurhadi dan Sulasah ini sudah tampak sejak masih SD. Seingatnya kelas 2 SD.
Kebetulan kakeknya dari bapak (Kasman, red) penyanyi dan neneknya sinden (Suparni, red).
Setiap even, ke mana diajak selepas pulang sekolah. Kebetulan dulunya mbahnya loper koran.
Seringnya saat ada pentas, Fallden ikut menyanyi. Ia belajar dengan melihat penampilan para seniman.
Dari situ tertarik, lalu mendalami kesenian. Kebetulan ada tokoh sinden kecil yang diidolakan pada masanya. Namanya Devina. Merasa senang akhirnya koleksi beberapa kaset VCD.
”Saya suka koleksi kaset VCD. Ada judul mister mendem. Setiap hari saya putar. Kebetulan sinden perempuan. Setiap lirik diulang-ulang. Berusaha memiripkan dengan suaranya,” kenang pria kelahiran Rembang 23 Juni 1988.
Bakatnya pun terasah. Hingga memiliki suara yang digandrungi pecandu media sosial yang dikenal seperti sekarang ini.
Fallden banyak job menyanyi. Ia kerap wara-wiri menerima job menyanyi dangdut hingga campursari.
Karena kerap kecapekan, akhirnya meneruskan profesi merias.
Ia sempat lomba merias juara 2 dari 67 peserta se-Kabupaten Rembang. Di sela waktu luangnya Fallden cari hiburan.
Sukanya nonton ketoprak. Iseng-iseng nyawer. Akhirnya dibikin konten.
Bersama temannya, ia meng-upload video di Tiktok masuk ke beranda versi Tiktok atau FYP.
Waktu itu meledaknya lagu Taman Jurug, ia membuat cover direkam temannya. Dari hanya ratusan, kini sudah 19 miliar viewer.
Setelah viral, ia banjir tawaran job menyanyi dangdut dan campursari hingga sekarang. Bahkan sudah masuk program TV nasional.
Ada salah satu studio rekaman direct message (pesan langsung), Kembar Music Digital diajak kolaborasi.
Ia menyanyikan lagu sama Taman Jurug. Dan hasilnya sama meledak lagi. Ia juga trending 8 di Youtube. Namanya makin melambung.
Namun demikian, dia tidak lantas besar hati. Karena viralnya selama ini juga tidak sengaja.
”Kalau aku ditakdirkan jadi artis, aku mengikuti alur. Karena aku fokus make-up. Menyanyi tambahan rezeki. Jadi disyukuri,” pungkasnya. (*/him)
Editor : Abdul Rochim