REMBANG, RADARPATI.ID – Pemandangan di Pantai Wates Rembang penuh lumpur. Diduga endapan lumpur itu sisa limbah pabrik pengolahan ikan di Kaliori.
Kondisi itu membuat pengunjung wisata pasir putih wates wegah bermain air laut (25/12/2023).
Lumpur berwarna hitam pekat juga mengganggu jasa penyeberangan perahu ke pulau gede.
Pengelola pantai, Heri Prasetyo mengakui lumpur berwarna hitam pekat akan tampak jika air laut surut.
Dampaknya pengunjung tak bisa berenang. Kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Jadi baru bisa main air jika kondisi air lautnya pasang,” ujarnya.
Air surut biasanya pada pagi hari. Agar pengunjung tetap bisa bermain di pantai. Pihaknya menyiapkan alternative permainan anak.
“Pengunjung yang bawa anak kecil yang tidak bisa main ke pantai dialihkan permainan wahana anak-anak. Posisinya di barat hutan cemara. Di sana juga disediakan pendapa,” terangnya.
Meski terdapat endapan lumpur destinasi di Kaliori ini, tetap dipenuhi pengunjung. Meski tak seramai Syawalan.
“Pengunjung mungkin masih agak ragu, dampak perbaikan pantura pengaruh. Sehingga banyak yang konfirmasi dahulu,” imbuhnya.
Pengelola masih tetap optimistis libur panjang tutup tahun ini bisa membantu dongkrak target kunjungan wisata di Kabupaten Rembang sebanyak 222 ribu pengujung.
Pihaknya memprediksi puncak kunjungan akan terjadi pada akhir pekan ini.
”Tahun ini patokan BMKG curah hujan rendah. Semoga minggu ini kita dapat 12 ribu wisatawan,” terangnya. (noe/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab