KUDUS, RADARPATI.ID – Renovasi besar-besaran akan dilakukan di Stadion Wergu Wetan, markas Persiku Kudus pada tahun depan.
Pemkab Kudus telah mengantongi rancangan desain renovasi yang akan diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie mengatakan, renovasi markas Macan Muria, julukan Persiku telah dipikirkan secara matang. Dengan renovasi itu, stadion kebanggaan masyarakat Kudus bisa layak dan sesuai standar.
Hasan menjelaskan, renovasi besar-besaran ini tidak bisa dianggarkan melalui APBD Kabupaten Kudus. Lantaran anggaran daerah ada keterbatasan. Renovasi ini membutuhkan biaya yang fantasti.
”Renovasi kami usulkan, semoga tahun depan bisa terealisasi. Desain sudah ada, nanti akan kami sampaikan,” imbuh Hasan.
Terkait anggaran renovasi yang akan diusulkan ke Kemen PUPR masih dibahas. Yang jelas anggarannya melebihi pembangunan Jembatan Karangsambung.
Jembatan Karangsambung yang berada di Desa Bae, Kecamatan Bae ini direnovasi oleh Kemen PUPR. Anggaran renovasinya menelan Rp 17 miliar.
”Anggarannya cukup banyak ya. Yang jelas melibihi jembatan Karangsambung,” ungkap Hasan.
Hasan menambahkan, tidak akan mencari lahan lain untuk pembangun stadion. Markas Persiku, Stadion Wergu Wetan akan dibongkar total pada 2025 mendatang.
Sementara itu, Direktur Lestarindo Soccerfield, Marwoto mengatakan, pihaknya telah bediskusi banyak dengan manajemen Persiku terkait renovasi total Stadion Wergu Wetan. Penggantian rumput lapangan menjandi konsen.
Marwoto menyarakan penggantian jenis rumput dirubah seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Atau diganti jenis zoysia matrella.
Untuk harga rumput jenis zoysia matrela, tutur Marwoto cukup terjangkau. Yakni kurang lebih antara Rp 800-900 juta untuk lapangan ukuran standar. Harga tersebut untuk tarif hingga rumput tertanam.
“Jika beserta peralatan perawatan tentu ada harga tambahan, tapi itu cenderung fleksibel. Alat lengkap untuk perawatan satu lapangan membutuhkan anggran kurang lebih Rp1,7 miliar.
Jadi kalau semuanya alat plus rumput kurang lebih Rp2,5 miliar,” imbuhnya.
Selain mengganti rumput, media tanam juga turut diubah. Semula media tanam menggunakan tanah, ke depan harus diubah dengan pasir.
Marwoto menjelaskan, media tanam tanah akan cenderung keras saat musim kemarau. Sementara saat musim hujan akan tanah akan cenderung becek. (gal/him)
Editor : Alfian Dani