David Setiapambudi membuat kostum cosplay sejak 2013. Kini ia dibanjiri order pesanan sampai luar negeri.
***
KENANGAN masa kecil terbawa sampai dewasa. Era 1990-an film-film super hero series. Seperti Ultramen, Power Rangers, Satria Baja Hitam dan lainnya. Dari situlah David Setiapambudi terinspirasi dan mencoba membuat kostum layaknya super hero yang ia lihat di TV.
Di rumah david, terpajang pada etalase beberapa baju hasil buatannya. Ada yang berbentuk monster, kemudian pakaian Kamen Rider dan lainnya. David tak hanya sekadar membuat tapi prestasi yang diraihnya juga luar biasa.
Terbukti, beberapa piagam dan sertifikat penghargaan terpajang pada dinding yang letaknya berdampingan dengan kostum-kostum cosplay miliknya. Diantara piagam yang paling bergengsi Juara I dan mendapatkan gelas The Best Costum Cosplay 2019.
Namun, penghargaan yang diraihnya beragam ada yang juara II sejak 2018 itupun skalanya keseluruhan piagam nasional semua.
”Ya saya merintis pembuatan kostum ini sejak 2013, sebelumnya ya kerja ikut orang. Saya sebenarnya iseng saja, karena imajinasi saya itu masih ingin jadi super hero seperti yang ada di TV dulu yang pernah saya lihat,” ungkapnya.
Menurutnya, ini kesukaan dan hobi yang bisa menghasilkan cuan. Saat ini David ramai pesanan. Saking banyaknya pesanan ia tak sempat membuat kostum baru untuk dikoleksi.
Ia bercerita, kostum cosplay super hero buatannya bisa dikenal orang, awalnya ia pakai sendiri untuk ikut event cosplay di luar kota, kemudian dari lomba- lomba yang ia ikuti dan posting di media sosialnyanya (medsos). Waktu kali pertama ia kenalkan kostumnya ke publik lewat facebook, sekarang merambah di instagran dan lainnya.
Ia kali pertama dapat orderan ke luar negeri lewat facebook. Orderan ke Malaysia dan Singapura. Pemesan memberikan aksen gambar, lalu David yang memodifikasi sedikit.
”Ya rata-rata kostum super hero yang ada di negara tersebut. Sekarang ini ramai pesanan kostum film Ejen Ali itu yang dari Malaysia,” tandanya.
David mematok harga untuk pasar luar negeri miniman Rp 10 juta, bahkan ada yang sampai Rp 50 juta. Karena, patoka harga ke luar negeri itu dolar, seperti pesanan dari Amerika.
”Buming super hero yang ada di game-game. Ini yang lagi ramai kostum yang dipesan,” ungkapnya.
Untuk bahan yang digunakan David, dari bahan kulit imitasi dan ia tidak merasa kesulitan mendapatkan bahan baku dan semuanya dibeli dari Jogjakarta.
David tidak hanya membuat kostum cosplaynya di Kudus, tapi juga ada cabang di Jogjakarta. Untuk saat ini pesanan paling jauh dari negara Alaska, pesanan kostumnya Dragon Ball.
”Negara yang paling sering pesan ya Malaysia, Amerika dan Singapura. Negara lain juga ada dari Australia, Canada dan Qatar,” ucapnya.
Galeri David yang di Kudus ini berada di Desa Ploso, Kecamatan Kota. Ia juga mengaku awal-awal dapat pesanan ke luar negeri ribet, tapi setelah terbiasa mudah. Tapi, baru-baru ini juga sedikit mengalami kesulitan saat kirim ke Qatar. Persyaratannya cukup rumit.
”Alhammdulillah, akhirnya lancar dan bisa sampai ke Qatar dengan selamat barangnya,” imbuhnya. (*/him)
Editor : Abdul Rochim