KUDUS-Bekas jerawat sering kali membuat kulit terlihat kurang merata, meskipun jerawatnya sudah sembuh. Kabar baiknya, bekas jerawat dapat memudar secara bertahap dengan perawatan yang tepat dan konsisten.
Namun, penting untuk memahami bahwa bekas jerawat tidak selalu bisa hilang dalam hitungan hari. Lama prosesnya bergantung pada jenis bekas, kondisi kulit, serta rutinitas perawatan yang dilakukan. Lalu, apa saja cara yang bisa membantu mempercepat proses tersebut?
1. Kenali Jenis Bekas Jerawat
Sebelum memilih perawatan, kenali terlebih dahulu jenis bekas jerawat yang muncul.
Bekas jerawat berupa noda merah atau kecokelatan biasanya dapat memudar seiring waktu. Sementara itu, bekas jerawat berupa cekungan atau tekstur kulit yang tidak rata merupakan jenis parut yang penanganannya berbeda dan sering kali membutuhkan tindakan profesional.
Mengetahui jenis bekas jerawat membantu Anda memilih perawatan yang lebih sesuai dan menghindari penggunaan produk secara sembarangan.
2. Jangan Lupakan Sunscreen
Salah satu langkah paling penting untuk membantu bekas jerawat memudar adalah menggunakan sunscreen setiap hari.
Paparan sinar ultraviolet dapat membuat noda bekas jerawat tampak semakin gelap dan lebih sulit memudar. Karena itu, gunakan sunscreen dengan perlindungan yang memadai setiap pagi, kemudian aplikasikan kembali sesuai kebutuhan, terutama ketika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Sunscreen juga membantu melindungi kulit selama menggunakan bahan aktif untuk mengatasi noda bekas jerawat.
3. Gunakan Niacinamide
Niacinamide merupakan salah satu bahan yang cukup populer dalam produk perawatan kulit. Bahan ini dapat membantu menjaga skin barrier dan membantu memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata.
Untuk pemula, pilih produk dengan formulasi yang sederhana dan gunakan secara bertahap. Konsistensi biasanya lebih penting daripada menggunakan banyak produk sekaligus.
4. Pertimbangkan Vitamin C
Vitamin C dapat sebagai bagian dari rutinitas perawatan untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah dan merata.
Karena kulit setiap orang berbeda, penggunaan vitamin C sebaiknya dimulai secara perlahan. Jika muncul rasa perih, kemerahan, atau iritasi yang menetap, hentikan penggunaan dan evaluasi kembali produk yang digunakan.
5. Eksfoliasi Secara Teratur, Bukan Berlebihan
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terlihat lebih halus dan merata. Bahan seperti AHA atau BHA sering digunakan dalam produk eksfoliasi.
Namun, terlalu sering melakukan eksfoliasi justru dapat menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit semakin buruk. Hindari menggabungkan terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas, terutama jika kulit masih dalam tahap beradaptasi.
Baca Juga: SOSOK Fahriya Agustini Raih Juara LKS Jateng, Dilirik Perusahaan Kecantikan
6. Gunakan Retinoid dengan Hati-Hati
Retinoid merupakan kelompok bahan yang banyak digunakan dalam perawatan kulit untuk membantu mempercepat pergantian sel kulit dan memperbaiki berbagai masalah kulit.
Penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap karena dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi, terutama pada awal pemakaian. Jika menggunakan retinoid, jangan mengabaikan penggunaan pelembap dan sunscreen.
Untuk retinoid resep atau jika memiliki kondisi kulit tertentu, konsultasikan penggunaannya dengan dokter kulit.
7. Jangan Memencet Jerawat
Kebiasaan memencet atau mengorek jerawat dapat meningkatkan risiko peradangan dan meninggalkan bekas yang lebih sulit ditangani.
Ketika jerawat muncul, usahakan tidak menyentuhnya terlalu sering. Gunakan perawatan yang sesuai dan berikan waktu agar proses penyembuhan berlangsung secara alami.
8. Jaga Skin Barrier
Kulit yang teriritasi akan lebih sulit mendapatkan hasil perawatan yang optimal. Karena itu, jangan hanya fokus pada bahan untuk mencerahkan bekas jerawat.
Gunakan pembersih yang lembut, pelembap yang sesuai dengan jenis kulit, serta hindari terlalu banyak produk aktif dalam waktu bersamaan. Rutinitas sederhana tetapi konsisten sering kali lebih mudah dipertahankan.
9. Hindari Cara Instan yang Berisiko
Berbagai tips menghilangkan bekas jerawat dengan bahan rumahan mungkin mudah ditemukan di internet. Namun, tidak semua bahan aman digunakan langsung pada kulit.
Hindari mengoleskan bahan yang berpotensi mengiritasi kulit, seperti air lemon atau produk dengan kandungan yang tidak jelas. Iritasi justru dapat menyebabkan masalah baru dan membuat noda terlihat semakin jelas.
10. Berikan Waktu pada Kulit
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah terlalu cepat mengganti produk karena hasil belum terlihat.
Perubahan warna kulit membutuhkan waktu. Fokuslah pada rutinitas yang konsisten dan evaluasi kondisi kulit secara berkala. Jika bekas jerawat tidak kunjung membaik, semakin parah, atau berupa jaringan parut dan cekungan, dokter kulit dapat membantu menentukan pilihan perawatan yang lebih sesuai.
Rutinitas Sederhana untuk Membantu Memudarkan Bekas Jerawat
Rutinitas dasar dapat dibuat sederhana:
Pagi:
Membersihkan wajah.
Menggunakan serum atau produk perawatan yang sesuai.
Menggunakan pelembap.
Menggunakan sunscreen.
Malam:
Membersihkan wajah.
Menggunakan bahan aktif sesuai kebutuhan dan toleransi kulit.
Menggunakan pelembap.
Tidak perlu menggunakan banyak produk sekaligus. Jika baru mulai menggunakan bahan aktif, tambahkan satu produk terlebih dahulu agar lebih mudah mengetahui bagaimana respons kulit.
Berapa Lama Bekas Jerawat Bisa Hilang?
Tidak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua orang. Noda bekas jerawat dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk memudar, sedangkan bekas jerawat berupa cekungan atau perubahan tekstur biasanya membutuhkan penanganan yang berbeda.
Karena itu, istilah “menghilangkan bekas jerawat dengan cepat” sebaiknya dipahami sebagai upaya mempercepat proses perbaikan kulit secara aman, bukan mengharapkan hasil instan dalam beberapa hari. (*)
Editor : Abdul Rochim