Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tak Sekadar Gaya Pilih Botol, Perhatikan Simbol dan Penuhi Standar Badan Dunia

Wisnu Aji • Sabtu, 7 September 2024 | 20:53 WIB
SELEKTIF: Remaja putri memilih beberapa produk berkualitas dari Tupperwear untuk wadah minum, kemarin. WISNU AJI/RADARPATI.ID
SELEKTIF: Remaja putri memilih beberapa produk berkualitas dari Tupperwear untuk wadah minum, kemarin. WISNU AJI/RADARPATI.ID

KOTA, RADARPATI.ID – Padatnya rutinitas seringkali membuat sebagian orang lupa minum air putih.

Supaya tidak terhidrasi, kehadiran botol air minum menjadi solusinya.

Di tengah gaya hidup modern pengguna juga harus bijak menentukan bahan yang aman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr Ali Syofi’i melalui Subkor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Al Furqon menyampaikan dari literasi yang di baca penggunaan botol ada pengaruh di kesehatan.

Tetapi jangkanya cukup lama.

”Pengaruh di kesehatan ada. Jangkanya lama. Itupun kalau digunakan pewadahan air yang bersuhu tinggi akan melarutkan mikro plastiknya,” katanya kepada RADARPATI.ID.

Penggunaan botol plastik sudah menjadi gaya hidup.

Pengguna harus pandai memilih jenis plastik yang aman.

Beberapa produk ada kode.

Istilahya aman untuk pangan.

Untuk menentukan bisa dicari kode segitiga angka 2.

Yang diupayakan dihindarkan tidak memilih, segita bertuliskan angka 3 dan angka 7.

Karena itu mengandung BPA atau bisphenol A dan digunakan sebaiknya tidak untuk wadah makanan.

”Diperhatikan simbol segitiga yang terletak di bawah botol plastik. Sebisa mungkin hindari botol minum tanda nomor 7 karena kandungan BPA yang terkandung didalamnya bisa larut. Sebenarnya BPA untuk penguat kontruksi dari alat yang di buat,”pesannya.

Furqon menambahkan kalaupun digunakan biar tidak terlalu lama kontak.

Atau kontaknya tidak dengan suhu yang panas.

Dan wadah-wadah plastik yang di indikasikan bebas BPA pun masih bisa beresiko manakala untuk pewadahan kurang tepat atau baik.

Seperti pewadahan makanan terlalu panas.

Apalagi dimasukan oven dan sejenisnya.

Sebaiknya hal itu perlu dihindari.

Karena ketika terakumulasi ada reaksi tubuh yang nantinya menyebabkan penyakit yang tidak di inginkan.

”Beberapa literasi yang saya baca obesitas bisa alami, gangguan kesuburan, penyakit jantung. Mungkin zat kimia yang terkandung plastik akan bereaksi. Itu bukan menjadi ranah, tapi secara literasi mengatakan seperti itu,” imbuhnya.

Kembali lagi hal-hal semacam itu perlu di hindari.

Kalaupun sampai menggunakan harus wadah yang tidak mengandung BPA jangan mewadahi makanan atau minuman panas.

Karena tidak semua botol minum atau makanan baik dan sehat digunakan.

Ika Mardianasari, ibu rumah tangga asal perumahan Puri Mondoteko, Rembang menyampaikan tidak ingin sembarangan dalam menentukan botol air minum untuk keluarganya.

Salah satunya memilih dengan bahan plastik berkualitas terbaik.

Produk yang dipilih Tupperware yang sudah 70 tahun yang berkecimpung dalam pembuatan produk plastik bermutu.

Salah satu keunggulanya tidak mengandung zat kimia beracun dan sudah memenuhi standar dari beberapa badan dunia.

Sehingga aman digunakan berkali kali untuk makanan dan minuman.

”Keistimewaan terletak pada "seal" (tutup) yang beraneka bentuk. Tujuan agar makanan dan minuman yang disimpan tetap higienis, kualitas isi bertahan lama sehingga menghemat uang dan waktu,” pungkasnya. (noe)

Editor : Abdul Rochim
#minum air putih #kesehatan #dinkes rembang #rembang #botol minuman #zat kimia #botol minum