KUDUS – Warung Burian Kliwon menjadi salah satu usaha kuliner di Kudus yang bertahan sejak 1999.
Pemiliknya, Musafaroh, merintis usaha tersebut untuk mandiri setelah memiliki pengalaman bekerja dengan orang lain.
Musafaroh mulai membuka warung setahun setelah menikah pada 1998.
Seiring waktu, usahanya berkembang hingga memiliki empat tempat berjualan di kawasan Kliwon, Kudus.
Warung tersebut menyajikan sejumlah menu, di antaranya soto, ayam geprek, gado-gado, dan es kepal. Harga makanan berkisar Rp 7.000 hingga Rp 16.000 per porsi.
Warung Burian Kliwon beroperasi setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.
Pendapatan yang diperoleh Musafaroh bergantung pada jumlah pembeli.
Saat ramai, pendapatan kotornya dapat mencapai sekitar Rp 700.000 per hari.
Musafaroh mengaku memilih tetap mengembangkan usahanya di kawasan Kliwon karena sudah mempunyai pelanggan tetap.
Menurutnya, membuka cabang di luar kawasan tersebut membutuhkan tambahan tenaga dan waktu.
“Kalau di sini sudah ada pelanggan tetap. Kalau membuka di tempat lain, tentu membutuhkan tenaga dan waktu lagi,” ujar Musafaroh.
Sebagai salah satu karyawan, Kotim turut membantu kegiatan operasional Warung Burian Kliwon dalam melayani pelanggan setiap harinya.
Selama lebih dari dua dekade, Musafaroh mempertahankan usahanya hingga berkembang menjadi empat tempat berjualan.
Keberadaan warung tersebut menjadi bagian dari usaha kuliner yang melayani pelanggan di kawasan Kliwon, Kudus. (zar)
Baca Juga: Strategi Mengelola Keuangan Rumah Tangga di Tengah Fluktuasi Harga Kebutuhan Pokok
Editor : Abdul Rochim