Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Kuliner Dumbeg Khas Rembang Pilihan Aneka Rasa, Rasa Buah-buahan Lebih Kekinian

Wisnu Aji • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:27 WIB

BERAGAM: Dumbeg aneka rasa khas Kabupaten Rembang kini menjadi favorit digunakan oleh-oleh dan acara kebudayaan. (WISNU AJI/RADAR PATI)
BERAGAM: Dumbeg aneka rasa khas Kabupaten Rembang kini menjadi favorit digunakan oleh-oleh dan acara kebudayaan. (WISNU AJI/RADAR PATI)

RADAR PATI - REMBANG punya ragam makanan kuliner khas. Salah satu icon yang melegenda dumbeg. 

Bukan hanya melegenda di acara sedekah bumi atau laut, kini dijadikan oleh-oleh untuk keluarga maupun kolega.

Dumbeg tawarkan tesktur kenyal dan aroma manis gula aren. Setiap gigitanya menawarkan sensasi nostalgia.

Baca Juga: Mencicipi Kuliner Nasi Jangkrik Warisan Sunan Kudus, Bertahan hingga Lintas Zaman

Hidangan ini begitu dinikmati dalam acara-acara budaya, formal. 

Seiring perkembangan dunia kuliner, kini muncul aneka vaarin.
Rasa dumbeg  makin variatif.

Pecinta makanan bisa menikmati original. Bahkan sekarang makin komplit ditambah rasa buah-buahan.  

Produk ini satu-satunya bisa dijumpai di salah satu home produksi desa Mondoteko, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Pemilik Bisnis Oleh-Oleh khas Rembang, Eni Yuliastuti membenarkan dumbeg buatanya menawarkan aneka rasa.

Awalnya original pada umumnya. Adanya permintaan merambah aneka rasa yang membuat kalangan anak-anak suka. 

”Selain original, dari bahan sama gula di beri sentuhan rasa durian, pandan dan strowbery,  coklat dan orange,” kata Eni ditemui Jawa Pos Radar Kudus di rumahnya.
Dumbeg aneka rasa dikembangkan pada tahun 2016. Bahan dasarnya hampir sama. Ada tepung pati dan tepung beras, ada gula aren.

Sentuhan rasa lain ada lima varian rasa, durian, pandan, strowbery, coklat dan orange.

”Kita kembangkan sendiri. Suami punya ide, akhirnya orang mengenal dumbeg aneka rasa,” katanya.

Eni menjelaskan proses pembuatan sama. Proses dimulai menyiapkan adonan. Lalu bikin wadahnya berbentuk kerucut, di Rembang familiar disebut ”wurung”.

Untuk penyajian dibagi beberapa bagian sesuai rasa.

Lalu dumbeg dikukus hingga matang. Waktu yang dibutuhkan memakan waktu 2-3 jam.

kemudian di didinginkan hingga teksturnya menjadi padat dan kenyal.

Bahkan ditangan kreatifnya pernah membuat dumbeg jelly dengan sensasi lumernya.

”Sering digunakan oleh-oleh, tidak hanya acara tradisional saja seperti sedekah laut maupun bumi,”terangnya.

Dumbeg aneka rasa tidak ready setiap hari. Hanya saat ada pesanan-pesanan. Karena waktunya tidak bisa bertahan lama.  

Untuk buatannya bisa bertahan dua hari, pasalnya tidak ada bahan pengawet.

Dumbeg ini enak disantap untuk keseharian sebagai camilan. Untuk harga terjangkau per biji Rp 2.000-an.

Biasanya pembeli memilih dalam bentuk paket.  Dengan segmen beda, sehingga icon kuliner tersebut tidak familiar dijumpai di pasar-pasar.

”Kita terapkan minimal order. Biasanya langsung diambil pemesan. Jadi jarang yang minta via paket,” pungkasnya. (noe/him)    

Editor : Abdul Rochim
dumbeg Rembang oleh-oleh Rembang dumbeg aneka rasa wisata kuliner Rembang Kuliner Khas Rembang