PATI – Lontong balungan khas Desa Kropak, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, menjadi salah satu kuliner tradisional yang banyak diburu pecinta makanan khas daerah.
Sajian ini menawarkan perpaduan lontong lembut, balungan sapi empuk, dan kuah lodeh gurih yang kaya rempah.
Kuliner tersebut dijajakan di warung-warung sederhana di Desa Kropak yang berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Pati.
Baca Juga: Mencicipi Rahang Tuna Khas Pesisir, Cita Rasa Kuliner Indonesia Timur Berpadu Kudus
Meski lokasinya tidak berada di jalur utama, pengunjung rela datang untuk menikmati cita rasa khas lontong balungan yang dikenal legendaris.
Seporsi lontong balungan terdiri dari lontong yang dibungkus daun pisang, kemudian disajikan bersama balungan sapi berukuran besar yang masih menyisakan daging.
Balungan dimasak dalam waktu lama hingga teksturnya empuk dan mudah dilepaskan dari tulang.
Selain balungan sapi, tersedia pula pelengkap seperti babat, kikil, telur, dan tahu yang menambah kenikmatan sajian.
Seluruh isian kemudian disiram kuah lodeh medhok berbumbu santan yang menjadi ciri khas utama lontong balungan racikan Mbah Rum.
Kuah gurih dengan sedikit rasa pedas menciptakan sensasi makan yang khas dan cocok dinikmati berbagai kalangan.
Perpaduan lontong lembut, kikil, babat, dan balungan empuk membuat kuliner ini menghadirkan cita rasa tradisional yang menggugah selera.
“Sensasinya beda, kuahnya gurih dan balungannya empuk,” ujar Sindung, salah satu penikmat lontong balungan.
Sebagai pelengkap, warung juga menyediakan tempe krispi khas buatan Mbah Rum yang semakin menambah selera makan pelanggan.
Tidak heran jika lontong balungan sering menjadi pilihan menu makan siang bagi warga maupun pengunjung luar daerah.
Meski memiliki cita rasa khas dan cukup populer, harga seporsi lontong balungan masih tergolong terjangkau.
Pengunjung hanya perlu membayar sekitar Rp25 ribu untuk menikmati satu porsi lengkap.
Popularitas kuliner ini juga membuat warung lontong balungan terus bermunculan di Desa Kropak.
Saat ini terdapat sekitar 10 warung yang menjual menu serupa dengan racikan dan ciri khas masing-masing.
Namun, bagi pelanggan setia, lontong balungan racikan Mbah Rum tetap dianggap sebagai pelopor kuliner khas Desa Kropak yang memiliki cita rasa autentik. (adr)