KUDUS - Kawasan objek wisata Gunung Muria, tepatnya di Desa Kajar, terdapat warung sederhana yang mampu menyedot pengunjung dengan sajian kulinernya yang unik.
Warung tersebut diserbu pengunjung, saat liburan, mampu menghadirkan sajian khas yang tak biasa, yakni ayam panggang pakis, perpaduan resep tradisional dengan cita rasa lokal pegunungan.
Owner Waroeng Mbok Tin Nofi Mahmud Subarkah, menjelaskan menu andalan tersebut bukan sekadar olahan biasa.
Ayam panggang yang disajikan merupakan hasil racikan resep turun-temurun yang kemudian dipadukan dengan pecel pakis khas lereng Muria.
“Menu favorit ayam panggang pakis. Ini memang kami buat dari resep keluarga, lalu kami kombinasikan dengan pecel pakis yang jadi ciri khas daerah sini,” ujarnya.
Keunikan menu ini terletak pada penggunaan tanaman pakis yang tumbuh liar di kawasan pegunungan Muria dengan kondisi lembap. Pakis tersebut diolah menjadi pecel yang memiliki rasa segar sekaligus khas, sehingga memberikan sensasi berbeda saat disantap bersama ayam panggang.
“Alhamdulillah, untuk ayam panggang pakis saja, dalam sehari bisa terjual lebih dari 100 porsi,” ungkapnya.
Selain rasa yang khas, daya tarik lain terletak pada cara penyajian yang unik. Ayam panggang di Waroeng Mbok Tin ditampilkan dengan cara digantung, menciptakan tampilan yang menarik dan berbeda dari warung tradisional pada umumnya.
“Kami ingin tetap mempertahankan tradisional, tapi dengan sentuhan kekinian. Jadi tampilannya juga kami buat menarik,” jelasnya.
Dia menegaskan, inovasi menjadi kunci agar usaha kuliner tetap bertahan dan berkembang. Ia terus mengikuti selera pasar tanpa meninggalkan identitas lokal yang menjadi kekuatan utama.
“Kami berinovasi dari kebutuhan pasar, tapi tetap mempertahankan ciri khas. Itu yang membuat pelanggan terus datang,” terangnya.
Perpaduan rasa autentik, suasana alami lereng Muria, dan inovasi penyajian tak sekadar menjadi tempat makan, tetapi juga destinasi kuliner yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. (san).