RADAR PATI - ADA Makanan Khas Kabupaten Grobogan yang menggugah selera saat malam hari atau musim hujan.
Namanya Mie Tek Tek. Penjualnya juga hanya ditemukan pada malam hari.
Maka kuliner ini cocok untuk menghangatkan badan saat malam hari. Terlebih pada musim hujan seperti saat ini.
Kuliner ini enak dinikmati selagi masih hangat dan baru matang. Nama Mie Tek-Tek karena ada suara bunyi Tek-Tek saat memasaknya.
Bunyi itu berasal dari ketukan alat masak saat memasaknya.
Makanan ini merupakan kuliner khas yang berasal dari Dusun Nunjungan, Desa Ketitang, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Cara penyajian Mie Tek Tek ini berbeda dengan makanan lainnya. Makanan ini dimasak satu persatu setiap porsi.
Ada dua menu. Goreng dan Kuah. Tergantung selera. Bahan dasar mie tek-tek adalah mie kuning.
Mie ini disajikan dengan berbagai macam tambahan seperti kubis, tauge, sate ayam, dan taburan bawang goreng.
Proses memasaknya, Mie Tek-tek ini tidak menggunakan kompor. Namun, menggunakan bara dari arang yang memberikan rasa autentik khas pada mie.
Mie Tek-Tek khas Dusun Nunjungan berbumbu minimalis meliputi bawang putih, kemiri, dan merica, dengan kuah kaldu ayam yang gurih.
Disajikan dengan 5 tusuk sate ayam sebagai pelengkap, yang memiliki rasa gurih manis.
Untuk yang suka pedas, disediakan cabai rawit sebagai ceplusan.
Agus salah satu penjual Mie Tek-Tek di depan RSUD R Soedjati Purwodadi mengaku sudah puluhan berjualan Mie Tek-Tek sejak tahun 1975.
Dia merupakan generasi kedua menggantikan bapaknya yang sudah berjualan sebelumnya.
”Mie Tek Tek ini enak dimakan saat masih hangat. Bisa dinikmati dengan kuah atau goreng,” kata Agus.
Kuliner Mie Tek-Tek dimasak dengan satu porsi sekali masak. Setiap porsi dimasak dengan wajan kecil dengan dipanasi bara api.
Kemudian Mie Kuning dengan tauge dimasukan. Selanjutnya dimasukan kuah dengan bumbu serta penyedap rasa. Jika ingin pedas maka ditambahi dengan cabai. Sesuai selera.
”Usai matang Mie Tek-Tek enak dinikmati dengan dipadu dengan sate ayam kampung,” ujarnya.
Rasa Mie Tek Tek ini lebih enak dan sedap karena memasaknya menggunakan bara api dari arang.
Sehingga bisa meresap bumbu dan rasanya. Maka ada aroma khas untuk dinikmati.
”Banyak pelanggan suka karena rasanya pas dan porsi pas. Cocok untuk makan saat malam hari untuk menghangatkan badan,” terang dia. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim