PATI – Di Desa Ngemplak, Kecamatan Margoyoso, Pati, terdapat kuliner malam unik bernama nasi tahu.
Tahu yang dipotong – potong dadu besar dimasak layaknya semur, cita rasanya cenderung gurih asin dan tidak terlalu manis.
Disajikan hangat di atas piring berlapis daun pisang, aroma dan sensasinya langsung menggoda selera.
Lokasinya berada sekitar 50 meter dari Makam Syekh Ronggo Kusumo ke arah timur, tepat di sisi kanan jalan.
Jangan berharap menemukan papan nama besar, karena warung ini memang tidak memiliki plang.
Satu-satunya penanda adalah tirai bambu bercat biru yang menutupi bagian depan warung.
Warung yang dikelola Alip ini buka mulai pukul 17.00 hingga 22.00, atau bahkan sampai 23.00 jika dagangan belum habis.
“Saya sudah jualan sejak 11 tahun lalu, mulai buka jam 17.00 sampai sehabisnya kadang jam 22.00 kadang sampai jam 23.00,” ujar Alip.
Menu andalan di sini tentu saja nasi tahu, yang bisa dinikmati dengan beragam lauk tambahan seperti bacem daging, jeroan (usus, babat), telur, serta tempe goreng tebal berbumbu gurih.
Salah satu pelanggan setia, Saiful Arifin — pengusaha sekaligus pendiri Safin Pati Sports School — mengaku sering mampir ke warung ini, bahkan kerap mengajak tamu-tamunya.
“Rasanya pas, gurih dan ringan, hampir seperti nasi gandul atau semur, tapi tidak terlalu ‘mblengeri’,” tuturnya.
Menurutnya, banyak tamu yang cocok dengan cita rasa nasi tahu ini.
Ia pun merekomendasikan tempat ini sebagai destinasi kuliner malam bagi siapa pun yang berkunjung ke Pati, khususnya wilayah utara.
Dengan cita rasa khas dan suasana sederhana, nasi tahu Alip di Ngemplak menjadi salah satu pilihan kuliner malam yang layak dicoba bagi para pencinta masakan tradisional Jawa. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab