Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kintelan Khas Tegalsambi Jepara Didaftarkan sebagai Warisan Budaya

Nibros Hassani • Sabtu, 11 Mei 2024 | 18:02 WIB
READY: Seorang warga Tegalsambi, Tahunan, memperlihatkan hasil Kintelan yang ia buat. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
READY: Seorang warga Tegalsambi, Tahunan, memperlihatkan hasil Kintelan yang ia buat. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

 


JEPARA, RADARPATI.ID – Makanan khas Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, yakni kintelan rencananya didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).

Makanan dengan bahan tepung ketan berisikan kelapa muda itu dianggap memiliki nilai historis dan layak untuk diajukan sebagai WBTB.

Sebelum dikenal, kintelan hanya tersedia saat acara sedekah bumi.

Kini kintelan menjadi makanan yang kerap dipesan pada acara-acara spesial.

Pembuatnya pun berasal dari Desa Tegalsambi. Salah satunya bahkan ada yang membuat secara turun temurun hingga generasi ketiga.

Kintelan sendiri makanan dengan komposisi bahan kulit seperti: perasan santan, garam, kentang, tepung ketan, maizena, gula, pandan dan air.

Sementara, untuk bahan isiannya antara lain: kelapa muda, gula merah, vanili, dan gula putih.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Moh Eko Udyyono melalui Kasi Sejarah dan Purbakala Lia Supardanik mengungkapkan pihaknya berencana mendaftarkan makanan khas Desa Tegalsambi tersebut sebagai WBTB.

“Saat ini masih dalam proses pengumpulan data,” kata Lia dalam keterangan tertulisnya.

Pihaknya mempertimbangkan sejumlah aspek kenapa kintelan layak diajukan sebagai WBTB. Antara lain, kintelan hanya ada di Tegalsambi (tidak ditemukan di daerah lain).

Kintelan memiliki nilai historis atau sarat dengan sejarah, serta kintelan erat kaitannya dengan tradisi perang obor.

Ia menilai cara pelestarian Kintelan sebagai makanan khas oleh pemerintah setempat layak menjadi pertimbangan.

Sementara itu, Kepala/Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santoso mengungkapkan saat ini kintelan semakin banyak peminatnya.

Kintelan tidak hanya disajikan saat acara sedekah bumi, namun juga menjadi pilihan makanan atau snack pada acara-acara lain.

“Pembuatnya juga masih banyak, sehingga sepertinya bisa terus berkelanjutan,” jelasnya. (nib/zen)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#tahunan #jepara #kintelan #tegalsambi #kuliner #warisan budaya tak benda