KUDUS, RADARPATI.ID - Warga Kudus pastinya sudah tidak asing lagi dengan kuliner legendaris opor panggang sunggingan, Jalan Nitisemito, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus.
Penjual makanan berkuah santan ini, sudah ada sejak 1966 dan masih diminati banyak pembeli.
Opor panggang sunggingan ini berbeda dengan opor biasanya.
Jika biasanya opor hanya berisi kuah kuning dengan daging ayam.
Opor panggang sunggingan, memiliki kuah santan yang dimasak menggunakan bumbu rempah.
Kuah itu lalu diguyur di atas nasi, dengan lauk pauk berupa suwiran ayam, kering tahu, dan cabai.
Salah satu rahasia kunci kenikmatan opor panggang sunggingan ini terletak pada kuahnya.
Hal itu diungkapkan seorang pelanggan Ifa, 29, yang sarapan bersama anaknya kemarin pagi (24/2).
"Rasanya enak. Saya sering mampir ke sini dari masih kuliah sampai sekarang tidak bosan, " katanya.
Menurut Siti Sundari, 58, penjual opor panggang sunggingan.
Tak hanya kuah, lauk yang disajikan juga memiliki cita rasa yang khas.
Daging ayam kampung dimasak dengan cara diingkung kemudian dipanggang menggunakan kayu karet.
"Kalau pakai kayu karet itu baranya bisa tahan untuk manggang ayam. Selain itu, aromanya juga lebih sedap, " terangnya.
Memasak opor panggang sunggingan ini, Wanita paruh baya itu mengaku bisa menghabiskan waktu lima jam.
Mulai pukul 2.00 malam sampai dengan pukul 6.00 pagi.
Cara memasaknya pun masih dengan cara tradisional menggunakan tungku kayu.
Selain itu, penyajian opor panggang sunggingan juga terbilang unik dan klasik.
Piring masih dialasi dengan duan pisang dengan suru sebagai pengganti sendok.
Saat ini opor panggang sunggingan sudah berjalan dua generasi.
Selain berjualan, Siti mengaku ingin tetap melestarikan budaya Kudus lewat makanan yang sudah ada sejak zaman Sunan Kudus itu.
"Kalau orang dulu ketika bancaan itu pakai ayam ingkung dan opor. Jadi makanan ini terinspirasi dari Sunan Kudus, " terangnya.
Setiap hari, Siti bisa menghabiskan 20 ekor ayam.
Per porsi dihargai Rp18 ribu. Rata-rata pembeli merupakan pelanggan tetap dan ada pula wisatan yang penasaran dengan makanan khas Kota Kretek.
"Pelanggannya ada yang dari Bandung, Jakarta, Kalimantan, NTB, hampir seluruh Indonesia sudah pernah mencoba opor panggang sunggingan, " paparnya. (wat/aua)
Editor : Achmad Ulil Albab