JEPARA, RADARPATI.ID – Tahun baru Imlek tidak lepas dari tradisi kuliner bagi kalangan masyarakat Tionghoa.
Salah satu kuliner khas Imlek adalah Siu Mie atau kerap dikenal sebagai Mie Panjang Umur.
Kuliner ini diyakini membawa keberkahan hingga panjang umur.
Selain itu juga mengandung keberuntungan.
Sekilas Mie Panjang Umur ini sajiannya mirip dengan bakmi dan sajian mi goreng pada umumnya.
Namun yang membedakan adalah kekhasan jumlah telur dan cara memakannya.
Arry, koki Sekuro Village Beach and Resort Mlonggo Jepara mengungkapkan, bagi kalangan Tionghoa meyakini Siu Mie harus dimakan dengan sekali santapan dan tidak boleh dipotong-potong.
Kalau dipotong-potong saat makan, nanti tidak jadi panjang umur.
Karena spesial, di Sekuro Village ini misalnya, makanan ini hanya disajikan pada acara tertentu karena spesial.
Seperti acara pernikahan, saat Imlek seperti sekarang, dan acara ulang tahun.
Lalu, karena spesial, penyajiannya juga menggunakan telur ayam khusus.
Selain telur ayam yang berwarna merah, jumlah penyajiannya juga harus genap. Tidak boleh ganjil dan tidak boleh berjumlah 4.
“Empat di kalangan Tionghoa itu kan artinya kematian. Jadi jumlah telur juga diatur. Lalu untuk telurnya kita olah sendiri dengan menggunakan sedikit pewarna yang sudah food grade ya tentunya. Merah ini perlambang hoki (keberuntungan),” kata Arry.
Sementara itu, soal bumbu dan cara memasaknya biasa dengan memasak bakmi goreng.
Cukup disediakan bakmi biasa, udang, sayur mayur seperti sawi, dan tomat untuk hiasan. Semua bumbu ditumis dulu dengan minyak sayur.
Lalu, tambahkan minyak wijen dan bahan-bahan lainnya.
Tumis seperti biasa. Sajikan dengan telur merah dengan jumlah genap dan tidak boleh berjumlah 4. (nib/aua)