Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Menikmati Soto Santan Khas Rembang, Makin Lezat Ditambah Toping Sate Serepeh

Wisnu Aji • Senin, 22 Januari 2024 | 19:01 WIB
MAKYUS: Soto santan khas Rembang dengan toping tambahan kuah sate srepeh. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
MAKYUS: Soto santan khas Rembang dengan toping tambahan kuah sate srepeh. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)


REMBANG, RADARPATI.ID – Ke Kota Garam julukan Kabupaten Rembang belum lengkap jika belum mencicipi soto santan khas daerah ini.

Pecinta kuliner bisa datang di warung makan “Soto Ceria” di Kecamatan Rembang Kota. Rasanya makin nendang dengan campuran bumbu dan sate serepeh.

Soto santan khas Rembang ini bisa dinikmati di Jl. KS Tubun, Jalan Grajen No.23, Kedungsingkil, Sumberjo, Kecamatan Rembang.

Buka setiap pagi pukul 05.30 dan tutup pukul 10.30. Tidak heran setiap harinya banyak pecinta kuliner yang menyerbu.


Kebetulan warungnya berada di pinggir jalan Pasar-Pulo. Tepatnya perempatan Grajen ke barat arah menuju klenteng.

Mudah dijangkau sepeda motor atau roda empat. Sehingga banyak pembeli dari luar daerah dan asli Rembang sarapan.

Pemilik warung Soto Ceria, Sulistiyowarni menyampaikan keunggulan soto Rembang buatannya terletak dari penggunaan santan.

Menggunakan racikan bumbu santan kental. Inilah yang membuat cita rasanya beda.

”Sekilas mirip dengan Soto Kudus. Bumbunya lain. Kalau soto Rembang kuah menggunaan santan kental. Begitupun untuk kuah sate serepeh sendiri, gunakan santan paling kental dan cabai,” kata Sulistiyowarni ditemui di tempat usahanya.


Kuah Soto Khas Rembang isianya komplit. Ada tauge, suwiran daging ayam, kecap, seledri dicampur jadi satu.

Lalu ditambah bumbu sate serepeh ada bawang merahnya. Dan cita rasa makin khas dengan pola memasaknya.

Baca Juga: Duhh! Kota Pusaka Lasem Tak Punya Dana Perawatan, Ini Kata Bupati Rembang


Untuk soto santan khas Rembang dimasak menggunakan tungku. Pakai arang. Tidak menggunakan kompor gas atau listrik.

Inilah yang membuat cita rasa khas. Ini membuat uap rasanya jadi beda.


”Ciri khas soto Rembang pakai arang. Tapi ada juga pakai kompor. Ini ciri khas orang tua. Resep turun temurun yang kita pertahankan,” terangnya.


Memang nenek moyangnya sudah berjualan sekira 40 tahun. Dari resep mertua Rasminah, kakaknya dan Sulistiyowarni sendiri.

Dimana setiap harinya rata-rata lebih dari 50 porsi terjual. Wajar harganya merakyat. Satu porsi nasi soto hanya Rp 7 ribu. Kalau mau beli sayur satu porsi Rp 5.000.

Untuk tambahanya ada satu sate serepeh. Satu tusuknya Rp 2.500. Lauknya juga ada perkedel dan tempe goreng dan bakwan.


Dan hingga kini soto santan khas Rembang belum buka cabang. Masih dirumahnya di Jl. KS Tubun, Jalan Grajen No.23, Kedungsingkil, Sumberjo, Kecamatan Rembang. Kendala tenaga. Dirinya sendiri juga sering aktifitas di Batangan, Pati.


”Kebetulan mengajar di salah satu taman kanak-kanak. Sehingga saat jam kerja ditunggu saudara. Planning mengembangkan cabang tetap ada, asal ada tambahan tenaga,” pungkasnya. (noe)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#soto #sate #lezat #sate serepeh #rembang #santan #Soto Kudus #kuliner