HAMPARAN langit makin gelap. Rembulan perlahan meninggi di antara kerlip bintang.
Cahanya jatuh dan tersebar di kawasan Ruko Agus Salim, Kudus, Kamis (15/10).
Kondisinya cukup hening dan sepi.
Sangat berbeda dibanding siang hari yang sibuk.
Pelataran parkir juga tak sepadat saat siang hari. Jam segitu sebagian besar deretan ruko sudah tutup.
Baca Juga: Ruko Agus Salim Kudus Jadi Sarang Hiburan Karaoke
Ada empat ruko terlihat baru buka. Cahaya lampu ruko yang baru buka itu menembus pintu kaca.
Lampu led merah membentuk tulisan open.
Yang berarti buka bagi semua pengunjung.
Lalu pria berperawakan ramping pun terlihat memarkir motornya di depan ruko.
Di antara jejeran motor yang sudah terparkir lebih dulu.
Pria masih cukup muda itu memasuki ruko yang dignakan untuk cafe. Ia berbaju gelap.
Pengunjung itu langsung disambut ramah seorang papi yang berpenampilan kelimis. "Silakan mas," sambutnya ramah.
Pengunjung menekuk langkahnya ke kanan, menuju meja resepsionis.
Pandangan pria muda yang disampingi kawan itu tersedot pada sebuah lembar daftar paket.
"Paket VIP," kata pengunjung setelah berembuk kecil dengan kawannya.
Baca Juga: UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (2-bersambung): Nyanyian di Titik Nol
"Monggo dipilih LC-nya," resepsionis mempersilakan.
Pria muda itu pun langsung menghadap ke belakang. Di depan resepsionis itu terpacak sejumlah perempuan.
Di ruang display kaca itu ada tempat duduk yang bersap-sap. Makin ke belakang lajur tempat duduk makin tinggi. seperti tempat duduk tribun stadion.
Bedanya tempat duduk ini terlihat lebih empuk. Jejeran LC terpacak di sap paling atas.
Pria 26 tahun itu nunjuk LC duduk di ujung. Dua pria pengunjung itu pun lantas diarahkan papi menaiki tangga. Ke room VIP terletak di lantai 2.
Tak lama, dua lady companion (LC) "Mely" dan "Vivi" datang. Mereka datang membawa paket minuman alkohol plus rokok.
Wangi parfum menyeruak seisi ruangan. Menusuk hidung.
Baju seksi memperliahkan belahan dada dan sepasang kaki jenjang jelas menarik dua pasang mata lelaki pengunjung itu.
Dari dada pandangan mata pun turun ke area paha mentok di betis yang putih. Nampaknya pun mulus.
"Mely,".
"Vivi,".
Baca Juga: UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (3-Habis): LC Bisa Kantongi 1 Juta Per Malam
Salam perkenalan mereka sambil mengulurkan tangan.
Mely menuangkannya ke dalam seloki. Lantas mengajak tamunya menenggak minuman itu. Welcome drink.
Ruangan yang tadinya hening berubah hingar. Lampu warna-warni bersinaran menyapu ruangan yang berubah gelap itu.
Satu pasang melantukan lagu dangdut koplo di depan layar lagu. Berangkulan.
Sedangkan dua pasang duduk di sofa asyik ngobrol. Bercanda. Disertai sentuhan perkenalan.
Jam operasiona cafe karaoke ini fleksibel. Aktivitas umumnya dimulai setelah waktu Isya.
Namun, pelayanan terkadang sudah berlangsung sejak sore apabila terdapat pengunjung.
Meski cafe sedang melayani tamu, namun hingar bingar dari room-room cafe tidak sampai keluar.
Suara karaokean di luar ruko justru muncul dari angkringan di depan ruko. Angkringan menyediakan perangkat pengeras suara dan mikrofon. (tim-bersambung)
Editor : Abdul Rochim