RADARPATI.JAWAPOS.COM – Pemulihan rumput Alun-alun Kudus yang mengering dan berubah kecokelatan dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus melalui penyiraman dan pemupukan.
Upaya tersebut masih mengandalkan armada serta tenaga yang tersedia karena belum didukung anggaran khusus.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH) Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Muchlisin, mengatakan penanganan dilakukan setelah Bupati Kudus meninjau kondisi rumput bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pertanian.
Dalam penanganan tersebut, PKPLH mengerahkan tiga mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Penyiraman juga dibantu satu kendaraan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sehingga total empat kendaraan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut.
Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore sesuai arahan Bupati Kudus. Selain itu, petugas telah menebarkan 50 kilogram pupuk kimia berbentuk butiran yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
“Paling tidak tiga sampai tujuh hari nanti kita pantau seperti apa. Kalau berhasil tumbuh tunas baru, nanti kita tunggu dan kita tinggal siram,” ujar Muchlisin.
Menurut dia, kondisi rumput yang mengering dipengaruhi cuaca kemarau dan tingginya aktivitas di kawasan Alun-alun Kudus selama Agustus hingga September.
Baca Juga: Rincian Empat Korban Alami Luka saat Insiden Debt Collector asal Papua Bentrok vs Warga Kudus
Sejumlah kegiatan kenegaraan, agenda pemerintah kabupaten, hingga aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi tantangan dalam pemeliharaan kawasan tersebut.
Untuk mendukung pemulihan, PKPLH berencana memberikan kompos guna membantu pertumbuhan rumput sekaligus memperbaiki kondisi permukaan lapangan yang memiliki perbedaan ketinggian.
Jika penyiraman dan pemupukan belum mampu memulihkan rumput yang rusak, petugas akan melakukan penyulaman atau penggantian rumput pada bagian yang mengalami kerusakan.
Namun, hingga kini, PKPLH belum memiliki stok rumput untuk mengganti bagian yang rusak total.
Muchlisin menjelaskan, terdapat tiga jenis rumput di kawasan Alun-alun Kudus, yakni rumput Manila, gajah mini, dan Jepang.
Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi serta jenis rumput pada masing-masing bagian.
Di sisi anggaran, pemulihan sementara dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, termasuk tenaga petugas pertamanan, armada, serta bantuan dari instansi lain dan pihak swasta.
“Untuk semua yang kita lakukan non-budget, kita mulai dari penyiraman. Kita fungsikan teman-teman dari pertamanan,” katanya.
PKPLH akan memantau perkembangan rumput dalam tiga hingga tujuh hari ke depan.
Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan efektivitas penyiraman dan pemupukan serta kebutuhan penanganan lanjutan. (zha)
Editor : Abdul Rochim