KUDUS – Rencana pembangunan Pasar Anyar di Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus, terus berproses. Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan pasar tersebut telah rampung.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Fitrianto mengatakan, saat ini rencana pembangunan Pasar Anyar masih berproses di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Menurutnya, DED yang berisi gambar kerja dan spesifikasi teknis pembangunan sudah selesai. Namun, keputusan apakah dokumen tersebut masih memerlukan revisi atau tidak masih menunggu hasil pembahasan dengan kementerian.
Baca Juga: Jalan Pasar Brayung Kudus Diprotes: Polusi Debu Parah, Tindakan Warga Bikin Geleng-Geleng
“Cuma keputusan akhir apakah perlu ada revisi DED atau tidak, masih menunggu dari Kementerian Perdagangan,” ujar Fitrianto saat dimintai keterangan kemarin (8/10).
Ia menjelaskan, pembangunan Pasar Anyar direncanakan menggunakan anggaran dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Karena itu, besaran anggaran pembangunan belum dapat dipastikan.
“Harapan kami di 2027 sudah mulai dibangun. Pembangunan juga karena sumbernya dari APBN, kami belum bisa memastikan (besaran anggaran),” jelasnya.
Pasar Anyar nantinya dibangun satu lantai di atas lahan sekitar 20.000 meter persegi. Lokasinya berada di sebelah utara Pasar Baru.
Sejumlah persyaratan pembangunan juga mulai dipenuhi. Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah dikantongi. Sementara Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan sejumlah dokumen lainnya masih dalam proses.
Untuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pengurusannya menunggu kepastian dari Kementerian PU terkait waktu pembangunan.
“Untuk PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) menunggu setelah ada kepastian dari Kementerian PU kapan akan membangun Pasar Anyar,” tambahnya.
Setelah terealisasi, Pasar Anyar diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.300 pedagang. Dinas Perdagangan masih melakukan pendataan calon pedagang agar seluruhnya dapat terakomodasi.
Prioritas penempatan diberikan kepada pedagang yang nantinya direlokasi dari Pasar Bitingan, baik pedagang komoditas basah maupun kering.
“Hasil pendataan pedagang kemarin awalnya 1.300 pedagang, memang di beberapa waktu terakhir ada usulan tambahan karena ada pedangan yang belum terakomodasi, ini juga masih kita data,” tambahnya.
Sementara itu, keberadaan pedagang sayur malam masih dalam tahap koordinasi. Para pedagang diketahui menolak direlokasi dan mengusulkan agar pemerintah menyediakan pasar baru sebagai lokasi berjualan mereka. (san/him)