UTMM 2026 di Kudus Salurkan 11.603 Bibit Pohon, Sampah Peserta Juga Dikelola

Abdul Rochim • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:47 WIB
SERAHKAN BIBIT: Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani (tengah) menerima bibit pohon yang diserahkan dari tim BLDF saat event UTMM di Desa Colo, Dawe, Kudus. (INDAH SANTI/RADAR PATI)
SERAHKAN BIBIT: Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani (tengah) menerima bibit pohon yang diserahkan dari tim BLDF saat event UTMM di Desa Colo, Dawe, Kudus. (INDAH SANTI/RADAR PATI)

RADARPATI.JAWAPOS.COM – Ajang Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 di kawasan Gunung Muria, Kudus, tidak hanya menghadirkan tantangan bagi para pelari.

Kegiatan tersebut juga membawa misi menjaga lingkungan melalui penyaluran 11.603 bibit pohon dan pengelolaan sampah selama acara berlangsung.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyalurkan ribuan bibit tersebut melalui program Stride for Nature.

Penyaluran dilakukan dalam rangkaian UTMM 2026 yang berlangsung di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Sabtu (4/10).

Baca Juga: Pemkab Kudus Gunakan AI untuk Verifikasi Penerima Bansos

Program Stride for Nature mengubah jarak yang ditempuh peserta lomba menjadi bagian dari aksi penghijauan.

Konsep tersebut sekaligus mendukung pengembangan sport tourism yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kawasan.

UTMM 2026 diikuti 570 peserta dari berbagai daerah. Mereka terbagi dalam empat kategori lomba, yakni 7K, 15K, 30K, dan 50K dengan rute yang melewati kawasan lereng Gunung Muria.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan olahraga yang dikombinasikan dengan kepedulian lingkungan dapat ikut memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Kudus.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UTMM 2026. Semoga kegiatan ini dapat mengangkat destinasi Kudus. Kami juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Bakti Lingkungan Djarum Foundation,” ujar Endhah.

Menurut dia, pengembangan sport tourism juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan potensi alam Kudus.

Sampah Peserta Ikut Dikelola

Selain penghijauan, BLDF melalui program Kudus ASIK (Apik Resik) turut menangani persoalan sampah selama UTMM 2026.

Sejumlah fasilitas pemilahan sampah disiapkan di area kegiatan untuk menjaga kebersihan lokasi.

Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation Dandy Mahendra mengatakan, pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dilakukan melalui penanaman pohon.

“Bagi BLDF, pelestarian lingkungan perlu dilakukan secara holistik dan menyeluruh, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan sampah. Kawasan Muria merupakan habitat berbagai flora dan fauna, termasuk macan tutul Jawa dan elang Jawa,” kata Dandy.

BLDF menyediakan stan interaktif yang mengajak peserta dan pengunjung memilah sampah. Sampah yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan cendera mata.

Peserta UTMM asal Tegal, Abdul Basyir, menilai fasilitas tersebut membantu peserta menjaga kebersihan selama mengikuti lomba.

“Menarik setelah lari, tidak hanya kami pelari, pengunjung lainnya pun juga bisa menukarkan sampah menjadi merchandise yang menarik di booth interaktif program Kudus ASIK,” ujarnya.

Program Kudus ASIK menjadi bagian dari upaya BLDF mendukung target Zero Waste Zero Emission (ZWZE) 2040.

Sejak 2022, BLDF mengembangkan pengelolaan sampah organik melalui kerja sama dengan rumah makan, fasilitas pelayanan umum, perusahaan, hotel, pasar, hingga masyarakat.

Sampah organik yang terkumpul kemudian diproses di pusat pengomposan berkapasitas 100 ton yang berada di fasilitas Pusat Pengolahan Organik (PPO) dan Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Djarum Foundation di Kabupaten Kudus.

Hingga kini, jaringan pengumpulan sampah organik tersebut telah mencakup 712 titik di Kabupaten Kudus.

Total sampah organik yang berhasil dikumpulkan tercatat mencapai 60.499 ton.

Dengan konsep tersebut, UTMM 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga di kawasan Gunung Muria.

Kegiatan ini juga menggabungkan olahraga, promosi wisata, penghijauan, dan pengelolaan sampah dalam satu rangkaian kegiatan. (*)

Editor : Abdul Rochim
UTMM 2026 Kudus Ultra Trail Mount Moeria 11.603 bibit pohon Kudus ASIK Gunung Muria