KUDUS – Pembangunan kawasan komersial di lahan eks Gedung Ngasirah, Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, masih terus berjalan.
Proyek investasi senilai lebih dari Rp 17 miliar tersebut ditargetkan mulai menunjukkan hasil dengan rampungnya pembangunan Superindo pada akhir 2026.
Proyek yang dikerjakan investor PT Matahari Mas Putra asal Solo itu telah berjalan hampir satu tahun.
Baca Juga: Kabel Fiber Optik di Kudus Bakal Dikenai Retribusi
Meski progresnya dinilai belum terlalu cepat, Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan pembangunan di lahan tersebut tetap berlanjut.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah, mengatakan pembangunan memang dilakukan secara bertahap.
Investor terlebih dahulu menyelesaikan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
”Kami konfirmasi dari investornya memang akan dibangun secara bertahap. Mereka minta agar izin PBG selesai dulu, jadinya nanti ke depannya enak tidak ada masalah,” kata Djati, Senin (28/9/2026).
Menurut Djati, lahan eks Gedung Ngasirah memiliki luas sekitar 9.600 meter persegi.
Kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas komersial dan fasilitas publik dengan sejumlah wahana.
Rencana pengembangan mencakup Superindo, Matahari, area bermain atau playground, Solaria, hingga gedung pertemuan.
Pemkab Kudus memastikan pembangunan tersebut akan terus dipantau. Pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi dengan investor apabila terdapat kendala yang membutuhkan fasilitasi.
“Kami selalu mendorong dan memfasilitasi apabila memang (investor) butuh bantuan, tapi kami pastikan (proyek di lahan eks Gedung Ngasirah) tetap jalan,” tegasnya.
Pembangunan di lokasi tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak akhir 2025. Berdasarkan rencana, Superindo menjadi bagian yang diprioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu.
Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan untuk fasilitas lainnya, seperti Solaria, gedung pertemuan, rumah makan Padang, dan Matahari.
Pemkab Kudus sebelumnya juga sempat mendapat sorotan terkait perkembangan proyek di lahan eks Gedung Ngasirah.
Karena itu, pemerintah daerah menegaskan pembangunan tetap berjalan dan terus dikawal agar rencana investasi tersebut dapat direalisasikan.
Dengan nilai investasi yang mencapai lebih dari Rp17 miliar, keberadaan kawasan baru di eks Gedung Ngasirah diharapkan dapat menambah aktivitas ekonomi sekaligus menghadirkan fasilitas komersial baru bagi masyarakat Kudus. (*)
Editor : Abdul Rochim