KUDUS – Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, mendapat kesempatan membanggakan setelah masuk sebagai nominator nasional Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.
Tahapan penilaian tersebut memasuki agenda verifikasi lapangan oleh Tim Sekretariat Wakil Presiden bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Verifikasi lapangan tersebut berlangsung di GOR Desa Kesambi, Kamis (24/9).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan penilaian setelah Desa Kesambi masuk sebagai nominator nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Mejobo beserta jajaran Forkopimcam Mejobo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, perwakilan Djarum Foundation, Pemerintah Desa Kesambi, kader desa, serta sejumlah unsur masyarakat.
Baca Juga: Semangat Baru Warga Kesambi Kudus, Kerja Bakti Bakal Digelar Rutin Tiap Bulan
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor terhadap upaya Desa Kesambi dalam menjalankan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Verifikasi dilakukan oleh Tim Sekretariat Wakil Presiden bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Dalam proses tersebut, Desa Kesambi berkesempatan memaparkan berbagai program, inovasi, serta praktik baik yang telah dijalankan bersama masyarakat.
Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, mengatakan masuknya Desa Kesambi dalam nominasi nasional menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi seluruh elemen desa.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat.
“Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah desa, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Kami berusaha menunjukkan berbagai inovasi dan kegiatan yang selama ini dilakukan dalam mendukung pencegahan stunting,” ujar Masri.
Ia menegaskan, Desa Kesambi tidak ingin berhenti hanya pada tahap nominasi.
Seluruh jajaran pemerintah desa bersama masyarakat bertekad memberikan penampilan dan data terbaik selama proses verifikasi.
“Target kami tentu ingin menjadi juara. Namun yang paling penting, proses ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan program dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting,” tegasnya.
Berbagai inovasi yang berkembang di Desa Kesambi juga menunjukkan pendekatan pembangunan yang semakin mengedepankan partisipasi masyarakat.
Baca Juga: PMI Kudus Terima Bantuan Alat Medis untuk Maksimalkan Pengolahan Darah dari Djarum Foundation
Program kesehatan, peningkatan kesadaran gizi, sanitasi, pola asuh, hingga pemantauan tumbuh kembang anak terus didorong melalui keterlibatan kader dan masyarakat.
Dengan berlangsungnya verifikasi lapangan tersebut, Desa Kesambi berharap seluruh upaya yang telah dilakukan dapat menjadi bahan penilaian positif sekaligus memberikan inspirasi bagi desa-desa lain.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Desa Kesambi. Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini membuahkan hasil terbaik dan Desa Kesambi bisa membawa nama Kabupaten Kudus di tingkat nasional,” pungkas Masri.
Proses Seleksi Ketat Berbasis Tiga Regional
Ajang Lomba Desa Berkinerja Baik merupakan program apresiasi tata kelola pemerintahan desa dan inovasi pembangunan yang telah memasuki tahun ketiga sejak diluncurkan pada 2024.
Penilaian dilakukan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi untuk menjaring wakil terbaik di tingkat nasional.
Ismi Nurmawati dari Kementerian Desa PDTT menjelaskan bahwa dari seluruh usulan provinsi, ditetapkan nominasi terbaik berdasarkan tiga wilayah regional (Barat, Tengah, dan Timur) dengan total sembilan desa yang lolos ke tahap verifikasi lapangan.
“Inovasi itu kan kalau kita melihat berkas atau wawancara rasanya kurang maksimal ya. Sehingga kita datang langsung ke sini diharapkan bisa mengecek ke lokasi inovasinya, melihat bentuk inovasinya seperti apa dan bagaimana praktik baiknya di lapangan. Nah, itu yang akan memperkuat penilaian,” ujar Ismi
Keberhasilan Desa Kesambi melangkah hingga ke tingkat nasional tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kudus melalui kolaborasi lintas sektor yang solid.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen di lapangan.
Sinergi yang terbangun melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang secara terpadu “ngeroyok” atau mengeroyok penanganan stunting dari hulu ke hilir.
Famny mengapresiasi keberanian dan komitmen Desa Kesambi yang mampu mengelaborasi seluruh potensi dan kekuatan kewilayahan, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga seperti Djarum Foundation.
Menurutnya, semangat kebersamaan ini murni didasari oleh kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar demi mengejar penghargaan ajang lomba.
“Ada atau tidak ada lomba, Desa Kesambi terus mengelaborasi semua kekuatan. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” ungkap Kepala Dinas PMD Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana.
Dukungan Djarum Foundation
Dukungan nyata bagi Desa Kesambi menuju penilaian lomba tingkat nasional ditunjukkan oleh Bakti Sosial Djarum Foundation melalui Program Sanitasi Terpadu, yang sejak 2024 konsisten mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.
Komitmen ini terbukti tahun 2024, terbangun 89 unit jamban, meningkat menjadi 349 unit pada 2025, dan puncaknya pada tahun 2026 ini mencapai 434 unit sanitasi individu, 50 sambungan rumah PDAM, serta 32 fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan makam.
Fasilitasi sarana ini dikhususkan bagi keluarga kurang mampu, sementara warga dari kelompok mampu didorong untuk berswadaya.
Kesadaran masyarakat yang meningkat turut mendorong warga mampu untuk berswadaya, menciptakan sinergi kuat dengan Pemerintah Desa karena menyadari bahwa akses air bersih dan sanitasi layak merupakan kunci utama dalam memutus rantai penyebab stunting di Desa Kesambi.
Editor : Achmad Ulil Albab