Golkar Kudus Pacu Konsolidasi Politik hingga Desa, Muscam Ditargetkan Rampung Oktober

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:13 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Kudus Anis Hidayat
Ketua DPD Partai Golkar Kudus Anis Hidayat

KUDUS – DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus mulai memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

Langkah tersebut menjadi salah satu agenda awal kepengurusan baru di bawah Ketua DPD Partai Golkar Kudus Anis Hidayat.

Konsolidasi dilakukan melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Desa (Musdes) secara bertahap.

Baca Juga: Penyebab Air Bendung Kelambu Sudah Dibuka tapi Petani di Kudus Masih Belum Bisa Tanam Padi

Anis menargetkan seluruh Muscam dapat diselesaikan pada Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan Musdes hingga akhir Desember.

“Kegiatan utama di awal-awal kepengurusan ini kami memang memprioritaskan konsolidasi internal, Muscam dan Musdes. Mudah-mudahan Oktober nanti bisa selesai, dan Musdes di akhir Desember sudah bisa selesai semua,” ujar Anis.

Menurut dia, pembenahan struktur hingga tingkat bawah diperlukan untuk memastikan organisasi partai berjalan di seluruh tingkatan.

Konsolidasi tersebut juga menjadi bagian dari penataan internal kepengurusan periode baru.

Selain agenda konsolidasi, Golkar Kudus tetap menjalankan pendidikan politik.

Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan dukungan anggaran pendidikan politik dari pemerintah daerah melalui Kesbangpol.

“Pendidikan politik tiap tahun ada, karena kita mendapatkan dana Kesbangpol yang tentu akan digunakan untuk pendidikan politik,” jelasnya.

Anis juga menyebut proses kaderisasi masih berjalan. Partai Golkar Kudus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi kader.

Namun, identitas dan jumlah calon kader baru yang sedang menjalani proses perekrutan belum diumumkan.

Anis menyebut proses tersebut masih berlangsung di internal partai.

“Kader baru sedang log in,” katanya.

Terkait fenomena di media sosial, Anis turut menanggapi munculnya istilah “Mas Bahlil Ganteng” atau MBG yang digunakan sebagian warganet untuk menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Anis menilai penggunaan istilah tersebut menjadi bentuk penyebutan yang lebih ringan di ruang digital.

Ia menyebut perhatian publik terhadap istilah itu turut membuat nama Bahlil semakin dikenal.

“Dengan bahasa candaan netizen ini, saya kira semakin mempopulerkan Ketua Umum Bahlil dengan MBG-nya, Mas Bahlil Ganteng, dan Kanda Bahlil. Mudah-mudahan ini jadi berkah untuk Golkar,” ungkapnya.

Anis menegaskan konsolidasi organisasi yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Menurut dia, penguatan struktur merupakan kebutuhan internal agar kepengurusan partai di setiap tingkatan dapat berjalan secara optimal.

Melalui Muscam dan Musdes, Golkar Kudus menargetkan struktur organisasi di tingkat kecamatan hingga desa semakin terkonsolidasi.

Tahapan tersebut ditargetkan menjadi bagian dari penataan organisasi menghadapi berbagai agenda politik mendatang. (*)

Editor : Abdul Rochim
Golkar Kudus Anis Hidayat konsolidasi Golkar Kudus Muscam Golkar Musdes Golkar