KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memperkuat mekanisasi pertanian untuk menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan swasembada pangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), dan Brigade Alsintan Kabupaten Kudus.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Undaan, Senin (24/8).
Alsintan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2026 serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Kudus Great Sale Digelar Sepanjang September, 52 Pelaku Usaha Siapkan Promo
Bantuan dari pemerintah pusat meliputi 16 unit traktor roda dua, lima unit traktor roda empat, tiga unit traktor roda empat untuk Brigade Alsintan, sembilan unit pompa air 6 inci, 16 unit pompa air 3 inci, dan satu unit combine harvester.
Sementara bantuan melalui APBD Kabupaten Kudus terdiri atas lima unit pompa air 8 inci, dua unit combine harvester, serta satu unit traktor roda empat untuk Brigade Alsintan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.
Sam’ani mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap petani sekaligus bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Terima kasih Pak Prabowo atas perhatian dan bantuannya kepada para petani di Kabupaten Kudus. Ini merupakan perhatian kepada para petani dalam rangka meningkatkan swasembada pangan,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, meski wilayah Kabupaten Kudus relatif kecil, sektor pertanian memiliki kontribusi penting terhadap ketersediaan pangan.
Ia menyebut produksi pangan Kudus telah mencapai sekitar 25 ribu ton per tahun.
“Alhamdulillah, Kabupaten Kudus sudah swasembada pangan. Sekitar 25 ribu ton per tahun. Artinya, kalau kita makan, orang Kudus sudah lebih-lebih. Semangat para petani luar biasa,” katanya.
Dorong Regenerasi Petani
Sam’ani juga menyoroti mulai munculnya petani dari kalangan generasi muda.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan sektor pertanian di Kudus.
Menurutnya, regenerasi petani perlu terus didorong bersamaan dengan pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.
Bantuan alsintan diharapkan tidak sekadar menambah peralatan, tetapi juga mempercepat proses budidaya hingga panen serta meningkatkan produktivitas.
“Petani adalah pahlawan pangan di Indonesia. Alsintan ini semoga dapat menjadi percepatan produktivitas pertanian. Terima kasih, semoga bisa menjadi petani yang baik dan sukses,” tuturnya.
Sam’ani meminta seluruh penerima menjaga dan memanfaatkan bantuan secara optimal.
Alsintan tersebut merupakan fasilitas untuk kelompok sehingga penggunaannya harus mengutamakan kepentingan bersama.
“Kami titip alat ini untuk kebersamaan. Jangan saling merasa punya sendiri. Ini untuk kelompok dan kebersamaan para petani,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan penerima bertanggung jawab terhadap perawatan alat.
Dengan pemeliharaan yang baik, usia pakai alsintan diharapkan lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Selain itu, Sam’ani memastikan seluruh bantuan diberikan tanpa pungutan.
Petani diminta melapor apabila menemukan pihak yang meminta imbalan dalam proses penyaluran maupun pemanfaatan bantuan.
“Bantuan ini tidak ada pungutan apa pun. Kalau ada yang meminta, silakan laporkan. Jangan sampai bantuan pemerintah justru dibebani dengan pungutan,” katanya.
Tingkatkan Efisiensi Pertanian
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo menjelaskan, bantuan alsintan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mekanisasi di tingkat petani.
Keberadaan alat tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses budidaya, sekaligus mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
“Bantuan alsintan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Poktan, Gapoktan, UPJA, maupun Brigade Alsintan.
Mekanisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses budidaya, serta menekan kehilangan hasil panen,” ungkap Didik.
Menurutnya, mekanisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan sektor pertanian yang semakin menuntut efisiensi.
Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga besar dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan alat dan mesin pertanian.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus juga akan melakukan pendampingan bersama penyuluh pertanian untuk memastikan alsintan digunakan sesuai kebutuhan dan ketentuan.
“Harapannya, bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Kudus. Kami juga akan terus melakukan pendampingan agar pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya. (dik/him)