KUDUS – Keluhan masyarakat terkait polusi udara dari aktivitas Pabrik Gula (PG) Rendeng mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Pemerintah meminta sistem pengendalian emisi pabrik segera dibenahi.
Ini agar aktivitas pengolahan tebu tidak mengganggu kenyamanan warga di sekitar. Terlebih tak lama akan diselenggarakan even internasional Srikandi Merdeka Cup 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan Pemkab Kudus akan segera berkoordinasi dengan manajemen PG Rendeng untuk mengevaluasi kondisi cerobong pabrik.
Baca Juga: 32 Anggota Kwarcab Kudus Dilepas ke Jamnas XII di Cibubur, Target Bawa Pulang Gelar Juara
Cerobong tersebut dinilai perlu mendapat pembenahan agar asap dan debu yang keluar tidak mencemari lingkungan.
”Nanti kami perintahkan Pak Sekda, Dinas PKPLH untuk koordinasi dengan PG Rendeng. Ini terkait polusi udara, agar cerobong asapnya diperbaiki supaya tidak mencemari masyarakat,” kata Sam’ani, Senin (10/8).
Menurutnya, pembenahan sistem pengendalian emisi tidak harus menunggu hingga masa produksi tebu berakhir. Perbaikan justru perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mengurangi dampak polusi yang dirasakan masyarakat selama proses produksi berlangsung.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni menambah sistem penyaringan pada cerobong. Dengan penyaringan yang lebih optimal, partikel asap dan debu yang keluar dari cerobong diharapkan dapat ditekan.
Selain itu, Sam’ani menyebut penggunaan semprotan air dapat menjadi langkah tambahan untuk mengendalikan debu agar tidak mudah beterbangan ke lingkungan sekitar.
”Penyaringannya bisa ditambah agar asap yang keluar tidak begitu mencemar. Lalu bisa dipasang semprotan air supaya debu tidak berterbangan,” ujarnya.
Pemkab Kudus, lanjut Sam’ani, akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut bersama pihak PG Rendeng. Koordinasi diperlukan agar penanganan polusi dapat dilakukan secara konkret dan tidak berlarut-larut.
Menurutnya, aktivitas industri tetap penting bagi perekonomian. Namun, keberlangsungan industri juga harus diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang berada di sekitar kawasan pabrik.
Persoalan lingkungan tersebut menjadi semakin penting karena Kudus dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Srikandi Merdeka Cup 2026, sebuah event sepak bola internasional yang akan mendatangkan peserta, suporter, serta pengunjung dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi Kudus untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah. Karena itu, pemerintah meminta seluruh elemen masyarakat turut menciptakan suasana yang nyaman bagi para tamu.
”Ada event Srikandi Merdeka Cup 2026. Kami minta masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan positif kepada pemain, suporter dan wisatawan yang datang ke Kudus. Jangan sampai polusi ini mengurangi kenyamanan mereka,” bebernya.
Sam’ani menilai event internasional tidak sekadar menjadi agenda olahraga. Kehadiran pemain dan wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri juga dapat memberikan efek positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Kudus untuk memperkenalkan budaya, kuliner, destinasi wisata, hingga berbagai potensi ekonomi lokal kepada para pengunjung.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan, kesehatan, dan higienitas lingkungan selama agenda internasional tersebut berlangsung.
”Jaga kesehatan, jaga higienis, sehingga masyarakat, terutama dari luar negeri, punya kesan yang baik. Ini kesempatan kita untuk promosi agar mereka pulang ke negaranya membawa kesan baik,” pesannya.
Pemkab Kudus berharap pembenahan sistem pengendalian asap PG Rendeng dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, kegiatan industri tetap dapat berjalan, sementara masyarakat di sekitar pabrik memperoleh lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.
Pemerintah juga berharap seluruh pihak dapat mengambil peran dalam menjaga kualitas lingkungan, terlebih Kudus tengah bersiap menyambut kedatangan tamu dari berbagai daerah dan negara melalui Srikandi Merdeka Cup 2026. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim