KUDUS – Menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga sehat.
Kesadaran tersebut didorong melalui Aksi Resik dan Sehat (Sikat) yang digelar Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Kudus dan pemerintah desa.
Aksi Sikat berlangsung di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Minggu (9/8).
Berpusat di Balai Desa Klaling, kegiatan melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia melalui senam massal, jalan sehat sekaligus aksi pungut sampah di sepanjang rute.
Baca Juga: Pencuri Gelang Emas 10,5 Gram di Kudus Ternyata Pacar Kakak Korban
Selain kegiatan kebersihan, warga juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan Posyandu, permainan anak-anak hingga donor darah.
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation David Setiadi mengatakan, Sikat merupakan gerakan kolaboratif dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga lingkungan.
“Sikat yang kami laksanakan di desa-desa Kabupaten Kudus tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya. Tahun ini kami menyasar empat desa, yaitu Wonosoco, Gribig, Mejobo dan Klaling,” ujarnya.
Untuk meningkatkan partisipasi warga, kegiatan dikemas dengan memadukan unsur kebersihan, kesehatan dan hiburan keluarga.
Rangkaian kegiatan meliputi lomba 3R (Rapi, Resik, Ringkas) antar-RT, jalan sehat sambil memungut sampah, senam, perlombaan anak-anak, pemeriksaan Posyandu, cek kesehatan gratis hingga donor darah.
Program Sikat 2026 diawali di Desa Wonosoco pada 19 Juli, dilanjutkan Gribig (26/7), Mejobo (2/8), dan Klaling (9/8). Kegiatan tersebut meneruskan program serupa pada 2025 yang menyasar lima desa lainnya di Kudus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengapresiasi pelaksanaan Sikat.
Menurutnya, perpaduan gerakan kebersihan dengan layanan kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya penurunan stunting.
“Lingkungan yang bersih dan sehat dapat menciptakan kondisi yang lebih baik bagi kesehatan keluarga.
Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan perlu dibangun dari lingkungan paling kecil, mulai dari rumah hingga lingkungan desa,” katanya.
Selain kebersihan, pemenuhan gizi keluarga menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting.
Karena itu, edukasi kesehatan dan gerakan kebersihan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Sementara itu, rangkaian program Bakti Sosial Djarum Foundation juga mencakup Belanja Pinter Gizine Bener dan Festival Keluarga Sehat (FKS) 2026. FKS dijadwalkan berlangsung 29–30 Agustus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, dengan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, dokter spesialis, psikolog, serta berbagai kegiatan keluarga. (dik)